Papua Diguncang Serangkaian Gempa Hari Ini, Paling Besar 6.8 SR

AKURAT.CO, Indonesia kembali menjadi saksi serangkaian gempa bumi yang terjadi pada 24 Maret 2024, mencakup wilayah dari Papua hingga Nusa Tenggara Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan beberapa peringatan dan informasi terkait dengan kejadian tersebut, menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.
Detail Gempa
-
Gempa Papua: Terjadi dua gempa signifikan di wilayah Papua, dengan magnitudo pertama 5.8 pada kedalaman 10 km, terletak 407 km Tenggara Keerom. Gempa kedua, lebih kuat, berkekuatan magnitudo 6.8 dengan kedalaman 63 km, terletak 275 km Tenggara Keerom, dirasakan hingga Jayapura, Wamena, Merauke, Keerom, dan Nabire.
-
Gempa NTT: Sebuah gempa berkekuatan 6.1 magnitudo terjadi di laut, 104 km Tenggara Ende, Nusa Tenggara Timur, dengan kedalaman 47 km. Guncangan dirasakan di Ende, Larantuka, Sabu, Waingapu, dan Bima dengan intensitas variatif.
-
Gempa tambahan: Dua gempa lainnya juga tercatat, masing-masing berkekuatan 5.6 dan 4.4 magnitudo, terjadi di dekat Keerom dan Kaimana, Papua Barat. Kedua gempa ini terjadi pada kedalaman 10 km.
Dampak dan Respon
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi.
Mereka juga mengingatkan bahwa informasi yang dirilis berfokus pada kecepatan pelaporan, sehingga data dan detail gempa bisa berubah seiring dengan kelengkapan pengolahan data.
Pemerintah daerah bersama dengan badan penanggulangan bencana telah mengaktifkan protokol kesiapsiagaan, menginstruksikan warga di daerah terdampak untuk mengikuti petunjuk keselamatan dan mempersiapkan kit darurat.
Meski belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa, penilaian situasi masih terus dilakukan.
Kesadaran dan Kesiapsiagaan
Kejadian ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan gempa seperti Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti panduan keselamatan gempa, seperti melakukan "Drop, Cover, and Hold On" saat gempa terjadi, dan memastikan keluarga dan teman tahu apa yang harus dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






