Jateng

Zona Empat Besar Menjauh, PSIS Semarang Hadapi Ujian Keras di Sisa Musim

Afri Rismoko | 14 Maret 2024, 13:50 WIB
Zona Empat Besar Menjauh, PSIS Semarang Hadapi Ujian Keras di Sisa Musim

AKURAT.CO, Pekan ke-29 BRI Liga 1 telah membawa perubahan signifikan dalam perebutan posisi papan atas, khususnya bagi PSIS Semarang yang mengalami penurunan ke posisi kelima setelah rangkaian pertandingan terakhir.

Tim yang sebelumnya bersaing ketat dalam zona empat besar, kini harus menghadapi kenyataan pahit dengan turunnya posisi, terlepas dari zona Championship yang menjadi incaran setiap klub di kompetisi elite Indonesia.

PSIS, yang telah melakoni 28 pertandingan, kini memiliki poin yang sama dengan Madura United yang menempati posisi keempat karena keunggulan selisih gol.

Baca Juga: Tim Basket USM Juara Piala Wali Kota Semarang 2024

Hal ini membuat PSIS harus bekerja lebih keras di pertandingan-pertandingan mendatang untuk bisa kembali naik ke zona paling bergengsi tersebut.

Penurunan ini tentu memberikan tekanan tambahan pada skuad serta pelatih untuk mengevaluasi strategi dan performa tim.

Pertarungan di papan atas klasemen semakin menarik karena Borneo FC masih kukuh di puncak dengan 66 poin, disusul oleh PS Barito Putera yang berada di posisi kedua dengan 51 poin.

Baca Juga: Banjir Semarang, Berikut Pengalihan Arus Lalu Lintas di Kaligawe

Persaingan ini dipastikan akan semakin sengit karena klub-klub di papan atas tidak menunjukkan tanda-tanda untuk melambatkan laju mereka.

Dengan sembilan pertandingan tersisa, PSIS dituntut untuk meningkatkan performanya dan tidak boleh lagi kehilangan poin jika ingin mengamankan tempat di zona Championship.

Semua mata kini tertuju pada langkah yang akan diambil oleh tim kebanggaan Kota Semarang ini untuk mengatasi tantangan yang ada dan kembali ke jalur kemenangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A