Relawan Banjir Demak Tetap Berpartisipasi dalam Pemilu 2024: Komitmen Terhadap Kemanusiaan dan Demokrasi

AKURAT.CO, Di tengah kesibukan membantu korban banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, para relawan kemanusiaan menunjukkan komitmen luar biasa terhadap tugas sosial dan tanggung jawab demokrasi.
Meskipun berada dalam situasi sulit akibat bencana, mereka tetap bertekad untuk tidak absen dalam Pemilu 2024 yang berlangsung hari ini, Rabu (14/2/2024).
Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Kabupaten Magelang, Lewi Sumadi, mengungkapkan bahwa ia dan timnya telah bekerja di dapur umum pengungsian sejak dua hari lalu, mempersiapkan ribuan porsi makanan untuk korban banjir.
Meski demikian, Lewi bertekad untuk menggunakan hak pilihnya, walaupun harus mencoblos di Kabupaten Kudus.
Baca Juga: Nyoblos Bareng Ganjar di Semarang, Atikoh Akui Deg-degan
Koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah memungkinkan para relawan seperti Lewi untuk tetap mencoblos dengan hanya menunjukkan KTP asli.
Ini menunjukkan kefleksibelan dalam memastikan partisipasi mereka dalam demokrasi, bahkan dalam kondisi yang tidak biasa.
Sementara itu, staf BPBD Kudus, Reza Adisetya, dan relawan Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kudus, Munawar, juga mengutarakan niat mereka untuk tidak melewatkan pemungutan suara.
Keduanya menekankan pentingnya menjalankan hak demokratis di tengah tanggung jawab kemanusiaan mereka.
Baca Juga: Nyoblos di Semarang, Ini Harapan Ganjar Pada Pemilu 2024
Kisah-kisah relawan ini mencerminkan dedikasi yang tinggi tidak hanya dalam membantu sesama yang terdampak bencana tapi juga dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.
Mereka berharap, pemimpin yang terpilih nantinya adalah sosok yang amanah dan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Pemilu 2024 menjadi momen penting bagi Indonesia, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk relawan bencana, menunjukkan semangat demokrasi yang kuat.
Di tengah kesulitan dan bencana, semangat untuk berpartisipasi dalam pemilu dan memilih pemimpin yang amanah menegaskan kembali pentingnya keterlibatan setiap warga negara dalam proses demokrasi.
Relawan di Demak ini menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana kemanusiaan dan kegiatan demokrasi bisa berjalan bersamaan, menegaskan bahwa dalam situasi apapun, partisipasi dalam pemilihan umum tetap menjadi prioritas bagi warga negara yang bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







