Kronologi Banjir Demak 2024: Dari Hujan Deras ke Evakuasi Massal

AKURAT.CO,Banjir yang menerjang Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada 05 Februari 2024, pukul 22.20 WIB, karena hujan deras di wilayah hulu dan debet air yang meningkat, telah menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur dan mempengaruhi ribuan warga.
Laporan hasil assessment sementara yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak pada Selasa malam, menyatakan bahwa banjir telah meluas ke empat kecamatan dengan 13 desa terdampak.
Sejauh ini, banjir telah merendam permukiman warga dan persawahan dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 100 cm.
Baca Juga: Banjir Demak Meluas ke Enam Kecamatan, Ribuan Jiwa Terdampak
Tanggul yang jebol di beberapa lokasi, termasuk di Desa Rejosari, Sidorejo, Pilangwetan, Kalianyar, dan Tlogodowo, telah memperparah kondisi di lapangan.
Cuaca hujan ringan yang masih berlangsung menambah kekhawatiran akan potensi banjir susulan.
Bupati Demak, dalam kunjungannya ke lokasi terdampak, telah menginstruksikan BPBD dan relawan untuk bersiap melakukan evakuasi dan menyiapkan kebutuhan logistik bagi warga yang terdampak.
Baca Juga: Undip Tegaskan Pernyataan Sikap Civitas Akademika Tidak Mewakili Institusi
Dapur umum dan bantuan makanan cepat saji menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari warga yang terdampak.
Detail Wilayah Terdampak dan Kebutuhan Mendesak
- Kecamatan Terdampak: Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, dan Karangtengah.
- Desa Terdampak: 13 Desa.
- Korban Terdampak: 2.493 KK, dengan total 9.972 jiwa.
- Lahan Pertanian Terdampak: ± 1.000 Ha.
Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi pendirian dapur umum, logistik, zak, bambu, tikar, selimut, obat-obatan, dan alat berat untuk penanganan peninggian tanggul.
Bantuan karung zak telah didistribusikan untuk penanganan awal, sementara kegiatan hari ini fokus pada koordinasi, penyerahan bantuan logistik, evakuasi korban, dan penyiapan tempat pengungsian serta dapur umum.
Kerusakan Infrastruktur dan Langkah Penanganan
Banjir ini tidak hanya menggenangi rumah warga dan sawah, tapi juga fasilitas umum seperti sekolah dan masjid.
Penanganan awal meliputi peninggian tanggul yang jebol dan rembesan, serta evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Bupati Demak, bersama BPBD dan relawan, terus memonitor situasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan untuk penanganan lebih lanjut.
Pemerintah Kabupaten Demak, bersama BPBD dan masyarakat, berupaya keras menghadapi dampak banjir ini.
Upaya-upaya tersebut termasuk penyiapan logistik, pengungsian, hingga pemulihan infrastruktur yang rusak.
Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang masih dapat terjadi dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Kondisi terkini banjir Demak menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah dan provinsi, serta membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk penanganan dan pemulihan kondisi pascabanjir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



