Banjir Demak Meluas ke Enam Kecamatan, Ribuan Jiwa Terdampak

AKURAT.CO,Banjir yang melanda Kabupaten Demak kini semakin meluas, dengan enam kecamatan terdampak akibat jebolnya tanggul sungai dan melimpasnya air sungai. Kecamatan yang terkena dampak meliputi Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, Karangtengah, Gajah, dan Dempet, menurut Bupati Demak, Eisti'anah.
Dalam kunjungannya ke Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, Bupati Eisti'anah menyatakan bahwa kondisi cuaca di kawasan hulu sangat mempengaruhi tingkat banjir di Demak.
"Banjir akan berangsur surut jika cuaca di kawasan atas bersahabat," ujarnya.
Hingga kini, banjir di Demak telah mempengaruhi sekitar 15.787 jiwa.
BPBD dan relawan bersiap melakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkannya. Pemkab Demak juga sedang melakukan asesmen kebutuhan logistik masyarakat yang terdampak banjir.
Untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, dapur umum disiapkan di beberapa lokasi atau dipusatkan oleh BPBD, sehingga distribusi makanan bisa dilakukan secara teratur.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, M. Agus Nugroho Luhur P, menambahkan bahwa awalnya hanya empat kecamatan yang terdampak, namun kini bertambah menjadi enam kecamatan dengan 15 desa yang tersebar di wilayah tersebut.
Penyebab banjir di Demak bervariasi, mulai dari jebolnya tanggul akibat hujan deras di wilayah hulu hingga debet air yang meningkat.
Tanggul Sungai Tuntang di beberapa desa termasuk yang jebol, menyebabkan banjir yang menggenangi akses jalan dan rumah warga, dengan beberapa di antaranya terpaksa mengungsi.
Banjir di Demak ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah untuk segera melakukan tindakan penanggulangan bencana dan pemulihan kondisi, sembari berharap dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk membantu warga yang terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





