Dihadapan Dinasti Nusantara Ganjar, Budayawan Tekankan Pentingnya Melestarikan Budaya Leluhur

AKURAT.CO MAGELANG - Tokoh Masyarakat sekaligus Pendiri Omah Mbudur, Ki Hajar Singo Dikoro mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya karena diberikan kesempatan untuk bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat, pemangku adat dan budayawan di kediamannya.
"Hari ini luar biasa, bisa bersilaturahmi seperti ini rasanya mimpi, acara ini bisa terselenggara karena antusiasme dari warga perwakilan pemangku adat," ujar Ki Hajar di Omah Mbudur, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (6/10/2023).
Silaturahmi tersebut dilakukan oleh pendukung Ganjar Pranowo, Dinasti Nusantara yang merupakan simpatisan yang berlatar belakang, tokoh masyarakat, pemangku adat, keturunan raja dan budayawan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto Pimpin Pengarah TKN Prabowo-Gibran, Ada Habib Luthfi
Lanjut Ki Hajar, kedatangan Dinasti Nusantara merupakan langkah konkret dari Ganjar Pranowo dalam komitmennya untuk mengedepankan budaya sebagai identitas bangsa.
Terlebih, Ganjar memiliki wakil yang cukup potensial untuk membangun bangsa, sehingga menurut Ki Hajar, kedua pasangan tersebut sangat pas dalam merepresentasikan bangsa Indonesia.
"Pasangan Ganjar-Mahfud ini merupakan pasangan yang istimewa karena pasangan tersebut representasi dari dua tokoh yang berlatar belakang nasionalis dan religius, sehingga pasangan ini saling melengkapi," kata Ki Hajar.
Baca Juga: Raih Total Omzet 240 Juta Rupiah, Pameran UMKM Pertamina SMEXPO Semarang Sukses Digelar
Ki Hajar pun menyampaikan sejumlah pesan untuk bangsa Indonesia agar kelak Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaulat.
Lanjutnya, ada tiga prinsip sebuah bangsa akan hancur, yakni hilangkan nilai-nilai budaya leluhur, jauhkan generasi dengan nilai budi pekerti dan terakhir hancurkan penilaian dari leluhur.
"Tentu kita tidak ingin hal tersebut terjadi, sehingga kami berharap kepada pak Ganjar agar adat budaya untuk tetap eksis keberadaanya. Jangan lupa akan sejarah leluhurnya, jati diri yang melahirkan bangsa saat ini," Ki Hajar.
"Titip pesan ke pak Ganjar supaya nanti kalau menjadi presiden jangan lupa akar budaya bangsa ini yang selalu harus di lestarikan menjadi nilai dan warisan leluhur untuk budaya tutur ke anak cucu kita," pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyematan gelar Kekancingan Mangkualaman terhadap sejumlah individu dan budayawan setempat dan ditutup dengan hiburan rakyat pentas seni wayang kulit.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








