Proaktif Antisipasi Konflik: Pj Gubernur Jateng Serukan Deteksi Dini Permasalahan Jelang Pemilu 2024

AKURAT.CO, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana, mengimbau Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Tengah untuk proaktif mendeteksi dini potensi permasalahan dan konflik menjelang Pemilu 2024. Hal ini disampaikan dalam Rakor Evaluasi Program yang bertujuan menciptakan iklim kondusif dan toleran di Hotel Lor Inn, Karanganyar pada Rabu (25/10/2023).
"Deteksi dini harus betul-betul dilakukan, kita harus pasang mata, pasang telinga, dan harus punya jaringan. Jangan nunggu besar. Jadi saya minta, sekecil apa pun, selesaikan,” tegas Nana.
Nana mengingatkan bahwa Bakesbangpol tidak bisa bekerja sendiri dan harus memperluas jejaring sosialnya. Pemerintah desa dan unsur masyarakat di tingkat RT dan RW dapat menjadi perpanjangan tangan Bakesbangpol untuk memantau situasi di lapangan.
Baca Juga: Pemkab Banyumas Tutup Sementara Jembatan Kaca The Geong
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara stakeholder terkait, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kesbang, Dir Intel Kasat Intel, dan Pasintel di Kodim, agar permasalahan yang muncul dapat segera diatasi.
"Jadi, seluruh permasalahan sebesar apa pun, seberat apa pun, kalau kita sinergi, pasti ada langkah-langkah penyelesaiannya. Ada solusinya,” ungkap Nana.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa Pemilu 2024 merupakan tantangan berat karena dilaksanakan serentak dengan jumlah pemilih yang besar. Ia menegaskan pentingnya mencegah konflik dan memastikan situasi tetap kondusif.
Baca Juga: Dapat Laporan 32 Anak Menderita Stunting di Gungungpati, Ini Respon Mbak Ita
Luthfi menjelaskan bahwa Polda Jateng telah menyiapkan strategi cooling system untuk meredam konflik, yang melibatkan organisasi kemahasiswaan dalam kelompok Cipayung dan menerapkan manajemen sosial dengan melibatkan tokoh masyarakat. Selain itu, Polda Jateng juga melakukan patroli siber untuk memetakan tren politik di wilayah tersebut.
Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menyukseskan Pemilu dan Pilkada.
Ia mengakui adanya keterbatasan pada setiap pemangku kepentingan dan menyerukan kerja sama untuk mengatasi "grey area" yang ada.
“Sehingga, kita harus bisa bersama-sama untuk menyongsong tugas yang akan kita laksanakan dalam waktu sekarang, sampai dengan nanti pelaksanaan pemilu selesai,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal








