Bea Cukai Kudus Berhasil Geledah Bangunan yang Diduga Lokasi Pengemasan dan Penimbunan Rokok Ilegal

AKURAT.CO, Minggu siang, 22 Oktober 2023, sekitar pukul 12:30 WIB Tim Macan Kumbang Muria Bea Cukai Kudus mendapatkan informasi adanya dua bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk mengemas dan menimbun Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok jenis SKM ilegal.
Berdasarkan analisis informasi tersebut, tim kemudian berkolaborasi dengan Kodim 0719/Jepara untuk melakukan pencarian titik lokasi bangunan yang diinformasikan.
Baca Juga: Komunitas Gen Z Nusantara Gelar Syukuran Untuk Putusan MK Soal Batas Usia Capres dan Cawapres
Sekitar pukul 13.30 WIB, tim gabungan Bea Cukai Kudus bersama Kodim 0719/Jepara berhasil menemukan lokasi bangunan pertama di Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara dan melakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan terhadap bangunan pertama ditemukan sebanyak 175.950 batang rokok jenis SKM Mild dalam bentuk batangan, 38.500 batang rokok jenis SKM Mild yang belum selesai dikemas dengan merek C@ffee STIK TWENTY, dan 800 bungkus rokok jenis SKM dengan merek SENDANG BIRU tanpa dilekati pita cukai, serta barang-barang penolong yang digunakan dalam kegiatan pengemasan dan penimbunan rokok ilegal.
Rokok ilegal pada bangunan pertama diperkirakan senilai Rp 289.214.750 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 198.220.415.
Tak lama kemudian, tim gabungan juga berhasil menemukan lokasi bangunan kedua di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.
Baca Juga: PSIS Semarang Tunjukkan Kepedulian, Berikan Bantuan Langsung ke Mantan Pemain Budiono Sutikno
Dari hasil pemeriksaan terhadap bangunan kedua, tim menemukan 9.500 bungkus rokok jenis SKM dengan merek SEVEN yang dilekati pita cukai diduga palsu, 3.000 bungkus rokok jenis SKM dengan merek 1 FANTASTIC MILD tanpa dilekati pita cukai, dan 800 bungkus rokok jenis SKM dengan merek NAYAN BOLD yang dilekati pita cukai diduga palsu, serta barang-barang penolong yang digunakan dalam kegiatan pengemasan dan penimbunan rokok ilegal.
Rokok ilegal pada bangunan kedua diperkirakan senilai Rp 333.830.000 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 228.798.570.
"Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada pimpinan beserta jajaran Kodim 0719/Jepara, serta masyarakat yang telah membantu penegakan Undang-Undang Cukai. Kita semua berharap tidak ada lagi masyarakat yang membuat dan mengedarkan rokok ilegal. Kalau ingin memproduksi rokok secara resmi, perizinan dapat ditanyakan dan diurus di Bea Cukai Kudus secara gratis," Moch. Arif Setijo Noegroho Kepala Kantor Bea Cukai Kudus menjelaskan.
Baca Juga: Berikut Cara Hapus Akun Instagram Baik Sementara, Permanen Maupun Buat yang Lupa Pasword
Seluruh rokok ilegal dan barang-barang penolong yang digunakan untuk mengemas dan menimbun rokok ilegal dibawa ke KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




