Masyarakat Pesisir Demak Olah Mangrove jadi Stik Gurih dan Renyah

AKURAT.CO DEMAK - Masyarakat Pesisir Demak mulai memanfaatkan mangrove untuk berbagai olahan makanan, mulai dari cemilan, sirup, hingga kopi mangrove.
Olahan makanan berbahan mangrove ini salah satunya diproduksi Siti Khotijah, warga Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Baca Juga: Tingkatkan PAD, Pemkot Semarang Rubah Pajak Hotel, Resto dan Hiburan jadi Barang dan Jasa
Baru-baru ini, Siti memperkenalkan cemilan stik berbahan mangrove dengan rasa yang gurih dan renyah.
"Pohon mangrove di Desa Bedono melimpah, sengaja memanfaatkan potensi alam sekitar untuk membuat cemilan ini, rasanya enak," ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Semarang Gencarkan Program Penanganan Kesehatan Mental bagi Remaja
Siti menjelaskan, ia membuat inovasi makanan dari mangrove dimulai ini sejak tahun 2021 dan sampai saat ini terus dikembangkan.
Hingga saat ini apa yang dibuatnya diterima di pasar dan banyak diminati konsumen.
"Alhamdulillah banyak yang suka olahan mangrove, ini perlu terus dikembangkan untuk perekonomian masyarakat pesisir," tukasnya.
Baca Juga: PPLWH Kumpulkan Alumni Sejak 2001 Dari Berbagai Kota
Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak turut mendorong adanya pemanfaatan mangrove untuk diolah menjadi makanan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinlutkan Demak, Sulchan mengatakan, pemanfaatan mangrove ini lebih penting daripada hanya sekedar menanam kemudian diabaikan.
Kata dia, dengan adanya pemanfaatan ini secara otomatis masyarakat juga turut merawat dan melestarikan pohon mangrove.
"Pengolahan justru lebih penting daripada hanya menanam, karena jika warga bisa memanfaatkan itu ketika tanaman mangrove akan mati pasti mereka berusaha keras untuk menanam kembali," tukasnya. (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal










