Unik, Manfaatkan Jerami untuk Pengasapan Ikan Nila Memiliki Cita Rasa Gurih

AKURAT.CO Demak - Warga Desa Cabean, Kecamatan/Kabupaten Demak memiliki cara unik sendiri dalam memproduksi ikan asap air tawar.
Mereka memanfaatkan jerami dan bekatul atau kulit gabah untuk memanggang kepala Ikan Nila.
Baca Juga: Demak Surganya Kerupuk Udang, Begini Cara Pembuatannya
Salah satu pelaku usaha perikanan Desa Cabean, Ratmi (45) mengatakan, pemanfaatan jerami untuk pengasapan dikhususkan ikan air tawar, hal ini merupakan cara tradisional yang paling efektif.
"Pilih jerami, kalau tidak jerami tidak bisa, itu kan tidak ikan laut, kalau ikan laut ya janggel atau batok kelapa," ujarnya saat ditemui di rumah produksinya, Desa Cabean, Sabtu (7/10/2023).
Baca Juga: Pengelolaan Air di Semarang Jadi Percontohan untuk IKN
Menurutnya, penggunaan jerami untuk bahan bakar pembuatan ikan asap ini akan menghasilkan cita rasa yang gurih pada ikan air tawar.
"Pengaruh rasa enak rasanya, harga kalau besar ya Rp 5000 - Rp 6000, kalau kecil ya Rp 2,500 - Rp 2000," ujarnya.
Baca Juga: Promo Kursi Gratis dari AirAsia, Berikut Rute Destinasi Internasional dan Cara Dapatkan Tiketnya!
Orang yang mengaku sudah 20 tahun menekuni usaha pengasapan ikan ini, dalam mampu memproduksi 90 hingga 100 kilogram (Kg) dalam sehari.
"Sudah 25 tahun, ikan nila ikan air tawar, sehari mengasp 90 kg - 100 kg, saya kerjakan sendiri, kadang sama bapak," tukasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Perikanan Panggang Sejahtera, Muryanto menambahkan, bahwa penggunaan jerami sebagai bahan bakar ini mampu menghemat biaya produksi.
Baca Juga: Berikut Jadwal Film Baru di Bioskop Semarang, Selasa 17 Oktober 2023
"Untuk pengasapan secara tradisional pakai jerami ini kan ibarat kata, jerami untuk carinya tidak susah, mungkin low budget, bahkan tidak beli lah," ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, sudah menjadi ciri khas penggunaan jerami akan berpengaruh terhadap aroma dan rasa ikan air tawar.
"Dan memang ciri khas dari ikan ini memang diambil asapnya, baunya asap, kalau pakai janggel jagung atau mungkin batok kelapa itu malah gosong," tandasnya. (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




