Jateng

Pengamat Transportasi Unika: Angkutan KSPN untuk Mendongkrak Kunjungan Wisatawan

Arixc Ardana | 30 Juli 2023, 13:51 WIB
Pengamat Transportasi Unika: Angkutan KSPN untuk Mendongkrak Kunjungan Wisatawan

AKURAT.CO SEMARANG - Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) diadakan, untuk menaikkan kunjungan ke daerah wisata dan dapat memenuhi target kunjungan wisatawan. 

"Untuk itu, subsidi angkutan KSPN dapat ditambah, keuntungan tidak langsung akan diperoleh dari dampak banyaknya perjalanan wisatawan, bukan dari kendaraan umum yang membawa wisatawan," papar Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat,  Djoko Setijowarno, Minggu (30/7/2023).

Akademisi sekaligus pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang tersebut, menyebutkan sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penting utama perekonomian dunia. 

Ada hubungan yang sangat erat, kompleks dan saling melengkapi antara transportasi dan pariwisata, baik secara positif maupun negatif. 

Peningkatan lalu lintas karena pertumbuhan pariwisata dunia dapat berdampak buruk dalam hal kemacetan, masalah keselamatan dan keamanan, polusi, dan lain-lain. 

"Namun transportasi merupakan elemen kunci dalam industri pariwisata, memfasilitasi dan menghambat perkembangan pariwisata. Dengan kata lain, transportasi merupakan sebab sekaligus akibat dari tumbuhnya pariwisata," terangnya.

Di Indonesia, dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata nasional yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.

Saat ini,  ada 88 KSPN yang sudah ditetapkan dan tersebar di 50 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN).

"Secara umum masalah utama dalam pengembangan KSPN, yang dihadapi pada 3 hal utama yaitu aksesibilitas, amenitas dan atraksi. Jika masalah itu tidak dikelola dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap kredibilitas dan kepercayaan wisatawan  kepada pengelola KSPN," terangnya.

Dengan adanya angkutan KSPN, maka diharapkan dapat mendukung wilayah tersebut dengan transportasi yang terintegrasi, aman, selamat, nyaman, sehat dan terjangkau.

"Dalam dilakukan pengembangan jaringan angkutan antarmoda untuk konektivitas di dalam dan antar wilayah KSPN, peningkatan aksesibilitas di KSPN untuk menciptakan peluang ekonomi dan investasi, dan mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi lokal berbasis kerakyatan di KSPN," terang Djoko.

Angkutan KSPN dimulai tahun 2020 dengan nilai subsidi Rp 43,5 miliar untuk 13 KSPN, 175 kendaraan dan 63 trayek. 

Tahun berikutnya, anggaran subdisi turun menjadi Rp 25,9 miliar untuk 15 KSPN, 75 kendaraan dan 43 trayek.  

Tahun 2020, peran angkutan KSPN masih rendah. Total penumpang Angkutan KSPN 143.059 orang. Atau sekitar 8,28 persen dari total kapasitas 1,72 juta tempat duduk dan 4,09 persen dari total target 3,5 juta wisatawan. 

Tahun 2022 dianggarkan Rp 25,7 miliar untuk 5 KSPN Super Prioritas dan 10 KSPN, 75 kendaraan dan 43 trayek

"Masih masa pademi, sehingga untuk mengajak masyarakat berwisata mengalami kendala. Belum lagi beberapa kawasan wisata buka tutup, tergantung situasi perkembangan virus covid 19," lanjutnya.

Tahun 2023 pelaksanaan untuk pemberian subsidi atau kompensasi, berdasarkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 251 Tanggal 30 Desember 2022 tentang Pedoman Komponen Biaya Operasional Kendaraan yang Diperhitungkan dalam Pemberian Subsidi atau Kompensasi dan Perhitungan Besaran Tarif Penyelenggaraan Pelayanan Angkutan Penumpang Umum pada Kawasan Strategis Nasional.

Berdasarkan data Direktorat Angkutan Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerianp Perhubungan (Juli 2023), ada peningkatan anggaran tahun 2023 sebesar Rp 31 miliar untuk 4 KSPN Super Prioritas dan 7 KSPN. 

Disisi lain, ada sejumlah masalah yang harus diselesaikan terkait angkutan KSPN, seperti tingkat isian ( load factor) masih rendah karena kurangnya atraksi wisata dan sosialisasi, minimnya koordinasi antar Lembaga dan masih adanya resistensi angkutan KSPN.

Termasuk, kurangnya minta dan animo msyarakat dalam penggunaan angkutan umum untuk berwisata.

Selama tahun 2022, hanya ada tiga Angkutan KSPN yang tingkat isiannya cukup tinggi, yaitu Angkutan KSPN Bukittinggi 57,28 persen, Angkutan KSPN Tanjung Kelayang 41,02 persen, dan Angkutan KSPN Tanjung Lesung 39,69 persen.

"Maka dari itu, perlu evaluasi rute dan evaluasi pola pergerakan wisatawan; perlu meningkatkan koordinasi dan sinergi dinas perhubungan, dinas pariwisata, BPTD dan organda setemoat; perlu dilakukan sosialisasi secara masif untuk memplubikasikan angkutan wisata di masing-masing daerah," tandasnya.

Di Jawa Tengah, angkutan KSPN sudah ada di Kawasan Borobudur Magelang. 

KSPN Borobudur dilintasi 3 trayek angkutan KSPN dan 1 trayek Bus Trans Jateng (Koridor Kutoarjo-Borobudur). 

"Namun di dalam Kawasan KSPN Borobudur tidak tersedia angkutan umum lokal, terutama yang melintasi 20 Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Di akhir pekan atau hari libur memang sudah ada persewaan mobil VW bagi pelancong, yang menikmati suasana pedesaan di Kawasan Borobudur," lanjutnya.

Lantas, bagaimana untuk pelancong yang ingin berlama diam di pedesaan dan tidak hanya akhir pekan berlibur?

Djoko menilai, pemerintah dapat menyediakan kendaraan listrik yang melintasi 20 Balkondes. Selain untuk wisatawan juga dapat dinikmati masyarakat sekitar Kawasan Borobudur bermobilitas keseharian. 

Selain itu di Jawa Tengah masih bisa dikembangkan trayek baru angkutan KSPN, seperti Semarang – Ambarawa (Museum Kereta Api) – Borobudur dan Surakarta – Salatiga (Wisata Kopeng) – Borobudur, Surakarta – Selo – Borobudur.

"Supaya angkutan wisata KSPN dapat dibedakan dengan angkutan yang lainnya, bagian luar kendaraan dapat didesain dengan ornamen lokasi wisata di daerah masing-masing. . Kendaraan Angkutan KSPN Likupang sudah memulainya. Pemberian informasi keberadaan layanan Angkutan KSPN di beberapa lokasi strategis, agar masyarakat mudah mengenalinya," jelas Djoko.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Arixc Ardana
A