Jateng

Fakta Menarik Kemegahan Payung Masjid MAJT Semarang, Hanya Dibuka Saat Momen Tertentu

Arixc Ardana | 29 Juni 2023, 19:42 WIB
Fakta Menarik Kemegahan Payung Masjid MAJT Semarang, Hanya Dibuka Saat Momen Tertentu

AKURAT.CO SEMARANG - Bagi masyarakat muslim yang melaksanakan ibadah shalat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, pada Kamis (29/7/2023), selain menjalankan ibadah, juga berkesempatan menyaksikan keindahan masjid terbesar di Kota Semarang tersebut.

Khususnya kemegahan MAJT saat payung raksasa di masjid tersebut saat terbuka, yang mengingatkan pada Masjid Nabawi di Madinah.

Ya, tidak setiap saat payung raksasa setinggi 100 meter tersebut dibuka, namun hanya saat momen khusus, seperti saat pelaksanaan shalat Idul Adha pada hari ini.

Meski untuk saat ini sudah ada beberapa masjid yang menggunakan payung serupa selain di MAJT Semarang, tetapi pemandangannya tetap ditunggu-tunggu. 

Untuk membuka payung itu butuh listrik yang besar guna menggerakkan hidrolik. 

Selain itu, juga sangat bergantung pada cuaca. misalnya terkait kecepatan angin pada saat itu.

MAJT dibangun pada tahun 2001, dan baru diresmikan pada tanggal 14 November 2006.

Luas masjid provinsi Jawa Tengah ini mencapai 10 hektar dengan kapasitas antara 6.000 sampai 10.000 jemaah.

Dikutip dari laman resmi MAJT,  lokasi Masjid Agung Jawa Tengah berada di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Keberadaan Masjid Agung Jawa Tengah tidak dapat dipisahkan dari Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman Semarang.

Pasalnya, Masjid Agung Jawa Tengah dibangun setelah kembalinya tanah banda (harta) wakaf milik Masjid Agung Semarang.

Keistimewaan Masjid Agung Jawa Tengah dapat dilihat dari perpaduan gaya arsitekturnya.

Gaya arsitektur masjid ini merupakan perpaduan antara gaya Jawa, Timur Tengah, dan gaya arsitektur Yunani,

Arsitektur Jawa dapat dilihat dari bentuk tajugan di bawah kubah utama.

Arsitektur Timur Tengah dapat dilihat dari bentuk kubah dan empat menaranya, sedangkan gaya Yunani pada 25 pilar Kolasium yang dipadukan dengan kaligrafi Arab.

Masjid ini diarsiteki oleh Ir Haji Ahmad Fanani, yang mengusung filosofi perwujudan perkembangan Islam di Tanah Air.

Filosofi ini dalam Candrasengkala dapat dirangkai menjadi kalimat “Sucining Guna Gapuraning Gusti”, yang berarti Tahun Jawa 1943 atau Tahun Masehi 2001.

Bagian plaza Masjid terdapat banner yang diberi nama Gerbang al-Qanathir atau Megah dan Bernilai.

Terdapat 25 tiang pada gerbang ini yang melambangkan 25 jumlah nabi dan rasul Allah.

Ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah digunakan sebagai ruang shalat utama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Arixc Ardana
A