Jateng

Soal Naturalisasi, Arya Sinulingga; Pecinta Sepakbola Indonesia Haus Kemenangan

Afri Rismoko | 25 April 2024, 15:50 WIB
Soal Naturalisasi, Arya Sinulingga; Pecinta Sepakbola Indonesia Haus Kemenangan

Akurat.co - Perdebatan mengenai keberadaan pemain diaspora yang dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) terus mengemuka. Pasalnya, PSSI dianggap menggunakan jalan instan untuk meningkatkan prestasi Tim Nasional Indoensia.

Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan bahwa Erik Tohir ketika pertama kali jadi ketua umum PSSI mendapat target sangat banyak dari pecinta sepakbola, di antaranya memperbaiki Tim Nasional, memperbaiki liga, memperbaiki perwasitan, memperbaiki pembinaan, dan lain sebagainya.

“Maka kemudian, karena semua target tak bisa diselesaikan bersamaan. Oleh sebab itu Pak Erik memprioritaskan prestasi Tim Nasional terlebih dahulu,” ujarnya pada talkshow Hotroom yang dipandu Hotman Paris dan dihadiri oleh Cristian Gonzales, Justinus Lhaksana, dan Tomi Weli, Rabu (24/4/2024).

Baca Juga: Dari Den Bosch ke Dunia: Kisah Justin Hubner, Sang 'Sergio Ramos' Indonesia!

Arya Sinulingga berkaca kepada prestasi Timnas U 23 di Piala Asia U 23 yang sedang berlangsung di Qatar saat ini. Terlihat sekali bahwa pecinta sepakbola tanah air sangat haus kemenangan sehingga langkah-langkah naturalisasi dianggap tepat dan di saat yang bersamaan, performa pemain timnas dari kompetisi Liga 1 juga meningkat.

“Masalahnya masyarakat kita ini haus kemenangan, maka Pak Erik harus melakukan langkah-langkah besar untuk memperkuat Timnas. Maka dilakukanlah langkah-langkah agar Timnas kita kuat setidaknya paling pendek selama 5 tahun dengan menghadirkan pemain-pemain muda dengan rata-rata usia 23 tahun di level  senior dan rata-rata 20 tahun di level U 23,” jelasnya.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Marsudi, Pencari Ikan yang Hilang di Sungai Serayu

“Jadi dengan komposisi  usia yang sekarang bisa dikatakan bibit unggul untuk 5 tahun mendatang,” lanjutnya.

Arya melanjutkan, Timnas U 23 yang saat ini adalah tim yang disisapkan untuk piala dunia U 20 yang sempat ditunda karena Covid-19 dan kemudian dibatalkan karena ada maslah di kita sebagai tuan rumah di Indonesia kemarin. Kemudian mereka diramu lagi di Seagames dan juara.

“Nah inilah pemain-pemain kita,” tandasnya.

Arya mengatakan, Erik Tohir melihat bahwa banyak sekali Diaspora Indonesia di luar negeri. Contoh saja di Belanda ada 2,5 juta orang keturunan Indonesia yang berasal dari Kakek-Neneknya yang berasal dari Indonesia.

Nah ketika cucunya kepengin jadi orang Indonesia lagi masa nggak boleh. Nah Pak Erik dengan jaringan di Eropa dirinya mampu menghimpun pemain-pemain diaspora ini,” ujarnya.

“Namun yang jelas di sini adalah, baik pemain diaspora maupun pemain dari liga lokal kedua-duanya harus dikembangkan agar pondasi Timnas Kita kuat. Tidak boleh hanya mengandalkan naturalisasi pemain diaspora,” lanjutnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A