Jateng

Mbak Ita Prioritaskan Keluarga, Tak Maju di Pilwakot Semarang 2024

Afri Rismoko | 23 Februari 2024, 17:19 WIB
Mbak Ita Prioritaskan Keluarga, Tak Maju di Pilwakot Semarang 2024

AKURAT.CO Dalam sebuah pengumuman yang mengejutkan, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyatakan kemungkinan besar tidak akan maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024.

Keputusan ini, menurut Mbak Ita, sangat dipengaruhi oleh keinginannya untuk memberikan lebih banyak waktu bagi keluarga.

Dalam sebuah acara bersama Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang, Mbak Ita mengungkapkan bahwa sejak menyelesaikan pendidikan Sarjana dan menjadi seorang ibu, dirinya belum sempat fokus penuh pada keluarga.

Anak tunggalnya, Muhammad Faras Razin Pradana, yang kini berprofesi sebagai dokter, bahkan telah meminta Mbak Ita untuk tidak lagi terjun dalam kesibukan politik dan lebih fokus kepada keluarga.

"Anak saya meminta saya untuk berhenti. Sebagai seorang ibu, saya ingin mendengar anak saya," ujar Mbak Ita dengan mata berkaca-kaca.

Walaupun masih menunggu instruksi dari partai, Mbak Ita berharap dapat fokus kepada keluarga setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Semarang hingga akhir masa jabatannya.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengisyaratkan untuk tidak maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Mbak Ita, sapaan akrabnya mengatakan jika keputusan ini dikarenakan pertimbangan keluarga.

Meski demikian, dirinya masih menunggu apa instruksi dari partai. Hanya saja, ia berharap keinginan dari hati yang terdalam untuk tidak maju di Pilkada mendatang bisa terwujud.

Saat ditanya wartawan ketika melaksanakan penilaian TPS Unik Pemilu 2024 bersama jajaran Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang di salah satu rumah makan di Jalan Pemuda, Semarang, Jumat (23/2/2024), Mbak Ita menceritakan jika sejak lulus Sarjana I dan menjadi seorang ibu, dia tidak pernah fokus untuk memikirkan keluarganya.

Ia mengaku terus bekerja dan merasa kurang memberikan kasih sayangnya sebagai seorang ibu kepada anaknya.

Bahkan anak tunggalnya yakni Muhammad Faras Razin Pradana atau Juon yang kini sudah bekerja sebagai dokter, sampai meminta dirinya untuk lebih memilih istirahat dan mengurus rumah tangga.

“Saat ini dia (Juon-red) sedang (menempuh pendidikan untuk ambil-red) spesialis, dia minta untuk saya berhenti. Dan seorang ibu pastinya ingin mendengar anaknya,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Saat ini, Mbak Ita hanya berfokus untuk menyelesaikan tanggungjawabnya sampai masa jabatannya berakhir sebagai Wali Kota Semarang.

Ia mengaku masih ada pekerjaan yang sudah direncanakan dan harus diselesaikan di 2024.

“Saya dari hati yang terdalam, pertama ingin menyelesaikan tugas-tugas saya sampai selesai. Banyak tugas yang mungkin sampai 2024 ini selesai. Kedua izinkan saya akan fokus pada keluarga,” terangnya di depan para wartawan yang juga ikut bersedih.

Kembali lagi, ia kini masih akan berkoordinasi dengan partai pengusungnya, yaitu PDIP perihal keputusannya itu. Namun dirinya sangat berharap jika keputusannya itu bisa dipenuhi.

“Tapi juga nanti mungkin saya kembalikan lagi ke partai. Tapi kalau dari saya, saya ingin fokus kepada keluarga. Sudah cukup pengabdian saya sebagai profesional, sehingga cukup bagi saya menyumbangkan tenaga, pikiran, energi, kepada masyarakat.Dan izinkan saya setelahnya fokus untuk keluarga dan anak saya. Karena sampai umur 28 tahun, dia (Juon-red) belum pernah merasakan kasih sayang ibunya. Dan izinkan saya selesai di 2024, tetapi semuanya saya serahkan kepada partai. Tapi ya itu tadi, dari hati yang terdalam saya ingin pensiun,” imbuhnya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A