Banjir di Perumahan Jatisari Asri BSB Mijen Menyebabkan 105 Orang Terdampak Tapi Tak Ada Korban Jiwa

AKURAT.CO, Petugas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Semarang mengecek kondisi di lokasi banjir yang mulai surut di Perumahan Jatisari Asri BSB Mijen, Kota Semarang pada Minggu (7/1/2024).
Banjir yang terjadi di Perumahan Jatisari Asri RT 04,05,06, dan 10 RW 06, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang itu menyebabkan ratusan warga di perumahan setempat terdampak.
Sebab, ketinggian air sampai sedengkul orang dewasa, merendam jalan perumahan dan ada yang sampai masuk ke rumah warga.
Baca Juga: Berita Seputar Game: Kode Redeem Free Fire Terbaru 7 Januari 2024 dan Cara Mendapatkan Hadiah Gratis
Banjir ini, imbas dari hujan deras Sejak Sabtu (6/1/2024) kemarin pukul 14.00 WIB di wilayah Jatisari Semarang.
Lalu, kondisi air di lokasi kejadian banjir berdasarkan pengecekan BPBD Kota Semarang telah surut pada pukul 17.42 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto, mengatakan, hujan dengan intensitas cukup deras menyebabkan banjir di Perum Jatisari Mijen. Adapun warga terdampak sebanyak 20 KK, dengan total warga ada 105 jiwa.
Baca Juga: Misteri Gunung Gede Pangrango: Mitos 5 Sosok Gaib Penunggu Gunung yang Juga Mengintai Para Pendaki
"Kami sudah cek kondisi banjir ke lokasi dan genangan banjir mulai surut selama 20 menit, dan sekitar pukul 17.42 WIB kondisi air sudah kering," katanya.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir ini. Kami pun telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PU kota Semarang," sambungnya.
Dari informasi pihak DPU Kota Semarang, lanjut Endro, akibat banjir di Perumahan Jatisari bahwa bahwa di bagian hilir terdapat saluran yang menyempit.
Baca Juga: Misteri Gunung Gede Pangrango: Pesona Alam yang Diselimuti Cerita Mistis dan Kisah Mencekam
Sehingga tidak mampu menahan debit air yang cukup besar, kemudian berdampak pada warga yang kebanjiran.
"Informasi dari DPU, saluran tersebut sudah dicek lapangan dengan pemangku wilayah dan bidang Rekayasa Teknis (Rektek) DPU. Kemudian dibuatkan perencanaan oleh bidang Rektek juga. Hari Selasa pekan lalu sudah diadakan rapat bersama Pengembang, Kelurahan dan Kecamatan, dimana rapat itu untuk meminta partisipasi BSB untuk memperlebar salurannya. Dan sinyal positif diberikan oleh BSB nantinya untuk memperlebar saluran tersebut," papar Endro.
Pihaknya juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan ini, sering terjadi hujan ekstrem disertai angin kencang yang kemungkinan masih terjadi.
Baca Juga: Terungkap Lokasi Final Liga 3 Jateng, Ketum Persip Pekalongan Beri Bocorannya
"Kalau ada tanda-tanda potensi bencana warga bisa melaporkan ke RT/RW setempat lalu diteruskan ke pihak kelurahan untuk dilaporkan ke instansi terkait termasuk BPBD Kota Semarang."
Salah satu warga Perumahan Jatisari, Ambar yang juga jurnalis online, mengatakan, air menggenang wilayah RW 06 sampai setinggi sepinggang orang dewasa usai deras deras mengguyur Semarang sejak Sabtu (6/1/2024) pukul 14.00 sampai pukul 16.00 WIB.
Menurutnya, banjir ini kali adalah kejadian yang kelima, dan yang paling parah dari keempat kejadian banjir sebelumnya. Bahkan, proyek drainase dari DPU yang selesai pada September 2023 yang digadang juga tak mampu menahan besarnya debitnya air saat hujan deras.
"Banjir ini paling parah, bahkan dari kejadian banjir sebelumnya, diawal tahun 2024 ini. Selain merendam jalan perumahan, air sempat masuk ke beberapa rumah warga dengan membawa lumpur. Bahkan, ada sejumlah kursi warga yang tengah menggelar acara hajatan juga ikut hanyut terbawa oleh arus banjir," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








