DPRD Kota Semarang Setuju Aset Pemkot Dikerjasamakan Dengan Petani Untuk Mengoptimalisasi Hasil Pertanian

AKURAT.CO SEMARANG - DPRD Kota Semarang memberikan catatan terkait rencana Pemerintah Kota Semarang mengoptimalisasi aset untuk pertanian.
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Semarang, HM Sodri bahwa prosedurnya harus jelas.
"Cuma perlu saya tegaskan, prosedur dan SOPnya harus jelas supaya tidak ada pihak yang dirugikan," ujarnya pada Rabu (1/11/2022).
Baca Juga: Mbak Ita Dukung Para Remaja Sebarkan Virus Three Zero
Namun begitu, Sodri tetap menyatakan bahwa dirinya setuju dengan rencana Pemkot Semarang tersebut.
"Saya setuju kalau itu disewakan atau bagi hasil. Yang penting petani dapat untung dan pemerintah ada pendapatan," ungkapnya.
Dirinya setuju karena rencana Pemkot Semarang sesuai dengan Perda pendapatan daerah yang telah disahkan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Penyakit Cacar Air Meningkat Imbas Dari El-Nino, Ini Penjelasan Kadinkes Kota Semarang
"Sistem tersebut saya setuju karena sesuai dengan Perda pendapatan daerah yang sudah kita bahas kemaren," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, aset pemerintah kota berupa aset bergerak dan tidak bergerak.
Aset berupa tanah yang akan dikerjasamakan dengan petani tentu menjadi ide yang snagat baik.
Baca Juga: Kelompok Tani Ternak Sido Makmur Gunungpati Raih Juara I Lomba KTT Sapi Perah Se Jawa Tengah
Hanya saja, pemkot harus dapat memetakan lahan produktif dan lahan tidak produktif. Dia khawatir kerjasama tidak membuahkan hasil bagi petani.
"Jangan sampai ketanag yang kurang produktif disamakan pola kerjasamanya dengan aset yang produktif atau yang subur," ujar Afif.
Dia menekankan, kerjasama di bidang pertanian ini harus mendatangkan keuntungan bagi petani.
Baca Juga: Hendi Ungkap Proses Pengadaan Termonitor, Minta Daerah Lebih Jeli
Pemerintah Kota Semarang perlu menyusun mekanismr kerjasama secara matang terlebihdahulu.
Waktu pengelolaan aset juga harus diperhitungkan. Dia berharap, niat baik pemerintah ini bisa semakin memberikan kesejahteraan bagi petani.
Dia pun mengapresiasi rencana optimalisasi ibi. Selain aset menjadi bermanfaat, upaya ini juga bagian dari menjaga ketahanan pangan ibu kota Jawa Tengah.
Baca Juga: PT Surya Citra Media Tbk Membuka Beberapa Lowongan Pekerjaan Utama
"Kami mengapresiasi, dari pada tanah atau lahan kosong dibiarkan, banyak rumput tidak terurus. Ini ide bagus. Perlu mekanisme yang jelas. Apalagi, ini awalan," ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Pemerintah Kota Semarang akan melakukan optimalisasi tanah bengkok yang masih kosong.
Rencananya, akan dilakukan sistem kerjasama dengan para petani untuk swasembada pangan.
Baca Juga: Berikut Beberapa Lowongan Pekerjaan Lulusan SMA/SMK Untuk Awal Bulan November 2023
Pihaknya belum dapat memastikan berapa luasan lahan yang akan dikerjasamakan mengingat saat ini inventarisasi masih dilakukan BPKAD.
Nantinya, aset itu akan dialihkan sebagai aset Dinas Pertanian (Dispertan) agar bisa dikerjasamakan dengan petani.
"Saya targetkan inventarisasi selesai tahun ini. Tahun depan sudah bisa dikerjasamakan. Saat ini belum tahu berapa, tapi waktu itu Dispwetan ada 30 hektare lahan produktuf," sebutnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








