Hendi Ungkap Proses Pengadaan Termonitor, Minta Daerah Lebih Jeli

AKURAT.CO JAKARTA - Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi mengungkapkan jika potensi penyelewengan dalam aktivitas pengadaan barang dan jasa telah terpetakan dengan jelas.
"Wilayah mana, oknumnya siapa, biasanya seperti apa, itu sudah terpetakan dengan jelas. Maka jangan ada lagi yang main - main," tegas pria yang akrab disapa Hendi tersebut. Hal itu sendiri disampaikannya saat membuka kegiatan workshop peningkatan konsolidasi pengadaan yang dihadiri oleh perwakilan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) se-Jawa Tengah, di Hotel Griptha Kudus, Selasa (31/10/2023).
Hendi yang juga merupakan mantan Walikota Semarang dua periode itu pun mengungkapkan, bahwa lembaga yang dipimpinnya memonitor setiap aktivitas pengadaan barang / jasa yang dilakukan.
Untuk itu dirinya meminta untuk seluruh pihak jeli sebelum mengambil keputusan dalam pengadaan, karena semua aktivitas yang dilakukan terekam.
Baca Juga: Pemkot Semarang Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Guru
"Walaupun anda yakin yang dipilih sudah paling sesuai, anda harus bandingkan dengan harga pasar. Jadi semangatnya harus belanja seirit-iritnya untuk manfaat sebesar-besarnya," terang Hendi.
Untuk itu dalam kesempatannya, Hendi mendorong seluruh pihak yang terkait dengan pengadaan, termasuk BLUD di Jawa Tengah untuk mengupayakan strategi konsolidasi pengadaan.
Baca Juga: Kota Semarang Raih Apresiasi Kota Pelestari Berkelanjutan Cagar Budaya dari KemenPUPR
Dirinya pun mencontohkan konsolidasi pengadaan seragam sekolah dan pakaian dinas di provinsi Jawa Tengah yang telah terlaksana.
"Hasilnya luar biasa, bisa ada total penghematan atau efisinsi sampai 59%," jelasnya. "Dadi iki duit negoro ojo dikeceh - keceh (Jadi ini duit negara jangan dibuat mainan)," seloroh Hendi.
Baca Juga: Pecahkan Kaca Mobil, Seorang ODGJ Diamankan Satpol PP Kota Semarang
Terakhir, Hendi juga berharap melalui workshop yang diselengarakan oleh LKPP RI, seluruh pihak yang terkait pengadaan di BLUD se-Jawa Tengah bisa lebih memaknai pengadaan sebagai instrument untuk menggerakkan perekenomian nasional maupun lokal.
"Mari kita samakan hati dan pikiran kita terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah," tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



