Minimalisir Serangan Hama, Poktan Semi Endah Desa Tlogorejo Karangawen Lakukan Pengamatan Tanaman Tembakau

AKURAT.CO, Tembakau atau bahasa latinnya nicotiana tabacum adalah genus tanaman yang berdaun lebar yang berasal dari daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Daun tembakau inilah yang merupakan bahan baku rokok, yang dikenal sekarang ini.
Tembakau sendiri adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Untuk Kabupaten Demak sendiri tembakau merupakan bagian dari kehidupan para petani di wilayah Mranggen dan Karangawen.
Pada saat musim kemarau adalah waktunya mereka menanam tembakau dengan kulitas yang bagus.
Baca Juga: Doa Pedagang Pasar Darmo Surabaya untuk Ganjar
Meski demikian ada banyak hama mengancam tanaman ini, diantaranya adalah hama perusak akar atau kumbang tanah, kemudian ada penggerek batang, dan hama yang paling berbahaya adalah ulat grayak.
Stadium yang membahayakan adalah fase ulat karena menyerang secara bersama-sama dalam jumlah yang sangat besar, sehingga disebut juga ” Ulat tentara ”.
Selain itu juga ada stadia telur, aneka macam belalang, ulat tanduk, ulat pupus ulat pucuk tembakau ulat kilan, plusia cha, ulat bungkus, kumbang hijau pemakan daun, dan aneka macam pengorok daun.
Baca Juga: Pesisir Bedono Demak Potensi Budidaya Kerang Hijau, Begini Alasannya
Serangan hama ini sendiri adalah salah satu faktor yang berpotensi menurunkan produktivitas dan mutu tembakau sejak masa penanaman hingga panen. Mulai saat tembakau dalam pembibitan, pertanaman, hingga di gudang penyimpanan.
Bahkan Seluruh bagian tanaman juga dapat diserang hama meliputi akar, batang, daun, bunga, sampai buah.
Untuk itu diperlukan pengendalian hama tembakau yang efektif, aman, dan ramah lingkungan dalam usaha budi daya tembakau. Mendukung keberhasilan usaha pengendalian, informasi tentang jenis hama, gejala serangan, biologi, ekologi, dan perilaku hama maka diperlukan pengamatan tanaman tembakau di areal tanaman tembakau poktan Semi Endah Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen.
Baca Juga: Jadi Pasar Ikan Terbesar di Demak, Kontribusi TPI Morodemak Capai 1,2 M Per Tahun
Kegiatan pengamatan ini dilakukan dengan pendampingan dari Sutopo selaku P3K Karangawen.
“Pengamatan ini merupakan bagian dari sekolah lapang pengendalian hama terpadu yang dilaksanakan di kelompok ini untuk ke tiga kalinya. Bertujuan untuk melatih kerjasama antar anggota kelompok untuk melakukan pengamatan bersama sama kemudian di pecahkan bersama sama masalah yang ada,” ujar Sutopo.
“Untuk pengendalian OPT diutamakan dengan menggunakan pengendalian secara hayati terlebih dahulu dan apabila sudah tidak mampu baru menggunakan pengendalian secara kimia,” pungkasnya. (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini




