Demak Menjadi Salah Satu Rencana Aksi Major Project Korporasi Petani Tanaman Pangan

AKURAT.CO, DEMAK – Demak yang merupakan sentra padi untuk kawasan Jawa Tengah ternyata sangat-sangat diperhitungkan keberadaannya oleh pusat. Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya 5 (lima) Major Project Korporasi yaitu Kabupaten Bandung (kopi), Kabupaten Subang (sapi potong), Kabupaten Bandung (hortikultura), Kabupaten Indramayu (padi) dan Kabupaten Demak (padi) pada tahun 2020 lalu.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Heri Wuryanta STp MP, dari kelima korporasi tersebut dalam rapat koordinasi sebelumnya di Setkab telah ditetapkan 3 (tiga) korporasi yang akan direplikasi ke daerah lainnya yaitu korporasi kopi (Bandung), korporasi padi (Demak dan Indramayu).
“Selanjutnya untuk target sampai dengan tahun 2024 direncanakan akan terbentuk 350 korporasi,” jelasnya, Rabu (20/9/2023).
Dijelaskan oleh Heri bahwa sebelum tahun 2020 pada KSU Citra Kina Raya untuk system keanggotaannya, hanya untuk wilayah Kabupaten Demak.
Selanjutnya ada tahun 2020 terjadi peningkatan menjadi Koperasi Produsen Citra Kina Raya yang meliputi Kabupaten Demak, Kudus, Grobogan, Sragen dan Banyumas.
Dari sini Kopsen Citra Kina Raya akhirnya mendapatkan pinjaman modal kerja dari Rabo Foundation sebesar Rp. 1,8 M dan telah berhasil dilunasi pada Februari 2021.
Kemudian pada tahun 2021 Kopsen Citra Kina Raya juga melaksanakan program Resi Gudang dengan pinjaman dari Rabo Foundation sebesar Rp. 2,5 M. Untuk memenuhi kebutuhan saprodi dilakukan dengan pengajuan KUR dari BNI sebesar Rp. 450 juta sebanyak 15 anggota.
“Adapun penerapan simpanan wajib yaitu Sertifikat Hak dan Kewajiban Jual Gabah dimulai MT II (Juni 2021). Guna mengetahui kualitas produk dilakukan uji laborat untuk semua jenis beras di Luvnoot (Lisensi Jerman),” imbuh Heri.
Kemudian Kopsen Citra Kina Raya sendiri menambah kapasitas gudang, unit pengolahan dan efisiensi produksi agar mampu mengolah 2.000 ton GKP (Gabah Kering Panen).
Untuk kerjasama dan mitra dagang yang sudah berjalan saat ini menurut Heri adalah dengan Food Station Cipinang dengan supply 30 ton per bulan dan kontrak tanam tahun 2021 seluas 200 ha (80 ton/bulan) untuk beras merah, hitam, milky (japonica).
Lalu bekerjasama dengan Jagapati.com berupa supply 1,5 ton per bulan untuk beras merah dan hitam. Selanjutnya adalah Retail/umum sebesar 20 ton per bulan. (ADV/DEMAK)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time






