Jateng

Demak Menjadi Salah Satu Rencana Aksi Major Project Korporasi Petani Tanaman Pangan

Afri Rismoko | 20 September 2023, 14:43 WIB
Demak Menjadi Salah Satu Rencana Aksi Major Project Korporasi Petani Tanaman Pangan

 

AKURAT.CO, DEMAK – Demak yang merupakan sentra padi untuk kawasan Jawa Tengah ternyata sangat-sangat diperhitungkan keberadaannya oleh pusat. Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya 5 (lima) Major Project Korporasi yaitu Kabupaten Bandung (kopi), Kabupaten Subang (sapi potong), Kabupaten Bandung (hortikultura), Kabupaten Indramayu (padi) dan Kabupaten Demak (padi) pada tahun 2020 lalu.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Heri Wuryanta STp MP, dari kelima korporasi tersebut dalam rapat koordinasi sebelumnya di Setkab telah ditetapkan 3 (tiga) korporasi yang akan direplikasi ke daerah lainnya yaitu korporasi kopi (Bandung), korporasi padi (Demak dan Indramayu).

“Selanjutnya untuk target sampai dengan tahun 2024 direncanakan akan terbentuk 350 korporasi,” jelasnya, Rabu (20/9/2023).

Dijelaskan oleh Heri bahwa sebelum tahun 2020 pada KSU Citra Kina Raya untuk system keanggotaannya, hanya untuk wilayah Kabupaten Demak.

Selanjutnya ada tahun 2020 terjadi peningkatan menjadi Koperasi Produsen Citra Kina Raya yang meliputi Kabupaten Demak, Kudus, Grobogan, Sragen dan Banyumas.

Dari sini Kopsen Citra Kina Raya akhirnya mendapatkan pinjaman modal kerja dari Rabo Foundation sebesar Rp. 1,8 M dan telah berhasil dilunasi pada Februari 2021.

Kemudian pada tahun 2021 Kopsen Citra Kina Raya juga melaksanakan program Resi Gudang dengan pinjaman dari Rabo Foundation sebesar Rp. 2,5 M. Untuk memenuhi kebutuhan saprodi dilakukan dengan pengajuan KUR dari BNI sebesar Rp. 450 juta sebanyak 15 anggota.

“Adapun penerapan simpanan wajib yaitu Sertifikat Hak dan Kewajiban Jual Gabah dimulai MT II (Juni 2021). Guna mengetahui kualitas produk dilakukan uji laborat untuk semua jenis beras di Luvnoot (Lisensi Jerman),” imbuh Heri.

Kemudian Kopsen Citra Kina Raya sendiri menambah kapasitas gudang, unit pengolahan dan efisiensi produksi agar mampu mengolah 2.000 ton GKP (Gabah Kering Panen).

Untuk kerjasama dan mitra dagang yang sudah berjalan saat ini menurut Heri adalah dengan Food Station Cipinang dengan supply 30 ton per bulan dan kontrak tanam tahun 2021 seluas 200 ha (80 ton/bulan) untuk beras merah, hitam, milky (japonica).

Lalu bekerjasama dengan Jagapati.com berupa supply 1,5 ton per bulan untuk beras merah dan hitam. Selanjutnya adalah Retail/umum sebesar 20 ton per bulan. (ADV/DEMAK)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A