Jateng

Gelar Konferensi Internasional, FT UNNES Soroti Teknologi Ramah Lingkungan

Afri Rismoko | 20 September 2023, 14:11 WIB
Gelar Konferensi Internasional, FT UNNES Soroti Teknologi Ramah Lingkungan

AKURAT.CO,SEMARANG - Untuk kedua belas kalinya, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT UNNES) kembali menyelenggarakan Engineering International Conference (EIC), Rabu (20/9/2023). 

Sejumlah ahli dari empat negara hadir menjadi pembicara dalam salah satu konferensi keteknikan terbesar di Indonesia tersebut. 

Empat ahli yang menjadi pembicara adalah Assoc. Prof. Pornthipa Ongkunaruk, Ph.D dari Kasetsart University, Thailand, Profesor Dr. Mahadzir Bin Ishak dari Universiti Malaysia Pahang, Prof. Samsudin Anis, Ph.D. dari Universitas Negeri Semarang, dan Dr. Stéphane Bressan dari National University of Singapore.

Baca Juga: Linggarjati Ketua BPC HIPMI Demak Serahkan Bantuan Air Bersih

Selain menjadi sarana pertukaran informasi para ilmuwan teknik, konferensi itu juga dimanfaatkan untuk mempererat kerja sama. 

Dekan Fakultas Teknik Dr Wirawan Sumbodo ST MT mengungkapkan bahwa EICC menandai perubahan besar dalam kerja sama internasional. Para ilmuwan perlu terus berkolaborasi dalam inovasi dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pemulihan pasca-pandemi.

“Ilmu Teknik memiliki peran strategis dalam inovasi teknologi yang ramah lingkungan,” katanya.

Perhatian terhadap lingkungan itulah membuat focus pembahasan dalam konferensi adalah pada tren teknologi dan penerapannya yang dapat berdampak pada kelangsungan hidup.

Baca Juga: BMKG Jateng Prediksi Musim Hujan Mundur

“Diskusi, dan pertukaran informasi di konferensi ini bermanfaat bagi Anda dan berkontribusi dalam membantu pekerjaan Anda mengenai subjek ini,” katanya. 

Peran ilmuwan Teknik dianggap penting dalam merespons isu lingkungan yang kini berkembang menjadi isu global. Menurut Wirawan, ilmuwan teknik dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui konsep teknologi yang ramah lingkungan. Misalnya, dalam mengantisipasi polusi di perkotaan, pengembangan kendaraan listrik, juga energi terbarukan.

Selain pembicara dari empat negara, dalam konferensi juga hadir 83 makalah yang diparakna dalam konferensi ini. Makalah tersebut terbagi dalam enam kluster.

Baca Juga: Tiket PSIS vs Barito Putera Sudah Dapat Dibeli, Begini Caranya

Enam kluster tersebut adalah biomasa dan bioteknologi, energi terbarukan, sistem cerdas berbasis kecerdasan bautan, pemantauan lingkungan, sistem energy storage, dan transportasi hijau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A