Jateng

32 Wilayah di Jateng Terdampak Kemarau, BPBD Jateng Sudah Distribusikan 2 Juta Liter Air Bersih

Theo Adi Pratama | 11 September 2023, 21:24 WIB
32 Wilayah di Jateng Terdampak Kemarau, BPBD Jateng Sudah Distribusikan 2 Juta Liter Air Bersih

AKURAT.CO SEMARANG - Dampak musim kemarau panjang sudah mulai dirasakan di sejumlah wilayah di Jateng.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bahkan sudah mendistribusikan lebih dari 2 juta liter air bersih, ke sejumlah wilayah terdampak kemarau.

Lima wilayah di Jateng menjadi terdampak terbesar akibat kemarau panjang, hingga kesulitan air bersih yakni Kabupaten Grobogan Blora, Pati, Cilacap dan Demak.

Baca Juga: IDN Score 808 Yalla Shoot TV LIVE STREAMING Persiraja Banda Aceh vs PSPS Riau Liga 2 Ilegal, Klik Link Resmi

"Kita sudah melakukan distribusi air bersih ke 32 kabupaten kota di Jawa Tengah. Total lebih dari 2 juta liter yang sudah disalurkan ke masyarakat," papar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas Catursasi, di Semarang, Senin 11 September 2023.

Diterangkan, dari 2 juta liter air bersih yang didistribusikan terbesar ke Kabupaten Grobogan, Blora, Pati, Demak dan Cilacap.

Bergas menyebut jika keempat wilayah tersebut, menjadi yang terparah terdampak kemarau.

Baca Juga: FULL TIME Hasil Akhir Liga 2 Senin 11 September 2023 Lengkap, PSCS Cilacap vs Deltras - Persikab vs Nusantara

Tercatat dari data BPBD Jateng, desa yang membutuhkan air bersih di Blora mencapai 119 desa, Grobogan 110 desa, Pati 49 desa, Demak 46 desa, dan Kabupaten Cilacap sebanyak 41 desa.

"Sementara untuk wilayah lain, masih belum begitu terdampak. Kebutuhan air bersih masih sedikit, seperti Kota Pekalongan hanya 2 Kelurahan dan Karanganyar hanya 3 desa”, katanya.

Terkait mekanisme distribusi air bersih Bergas menjelaskan, BPBD telah memiliki data wilayah-wilayah mana saja yang sering mengalami kekeringan.

Baca Juga: Jadwal RCTI Hari Ini Senin 11 September 2023, Cinta Tanpa Karena Jangan Bercerai Bunda Tayang Jam Berapa?

Bergas menyebut berdasarkan data, wilayah yang mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih setiap tahunnya, tidak banyak berubah.

"Kebutuhan air bersih bagi masyarakat itu polanya sama, wilayahnya sama, titiknya sama. Jadi BPBD sudah memiliki datanya, tinggal masyarakat komunikasi dengan pihak desa untuk diteruskan ke BPBD,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang memastikan jika persediaan atau stok air di ibu kota Jateng selama musim kemarau panjang dampak dari El Nino, dipastikan aman hingga Desember mendatang.

Baca Juga: Sisihkan 240 Sekolah, SMAN 11 Semarang Raih Tiket Grand Final Turnamen Futsal Pelajar AXIS Nation Cup 2023

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan, untuk wilayah Kudu kemungkinan akan berkurang lima hingga 10 persen.

Pasalnya, untuk mendapatkan pasokan air, sumber air baku dari Kedungombo harus dipompa.

“Selama ini, stok air di Kudu ini untuk menyuplai wilayah Rowosari, Meteseh, Jabungan, dan sekitarnya,” ungkap Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Baca Juga: BULOG Mulai Gelontor Bantuan Pangan Beras, Target Salurkan 22.353.780 Kg di Jateng

Karenanya, Ita meminta pihak PDAM tetap harus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Ia ingin, agar masyarakat tidak kekurangan air bersih.

“Untuk itu, saya minta karena teman-teman memastikan cadangan air sampai Desember seperti apa. Saya tidak mau bicara sampai hanya bulan ini,” ucapnya.

Baca Juga: Bawaslu Kota Semarang Tegaskan Tak Boleh Ada Lokasi Pemasangan Bendera Yang Dikuasai Parpol Tertentu

Disampaikan, meskipun saat ini di wilayah Jabungan sekitarnya seringkali mengalami kekurangan air bersih, namun ia memastikan persoalan air bersih akan teratasi dengan baik.

Sebab, ada enam pamsimas yang dibangun dari bantuan Kementerian PUPR, di antaranya di Wonoplumbon, Rowosari, Jabungan, dan Gondoriyo.

“Rencananya kan awal September ini, pamsimas tersebut sudah bisa operasi. Harapannya, dengan keberadaan pamsimas bisa membantu warga yang membutuhkan air bersih,” ujarnya. ***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.