Jateng

Kader PDIP Malah Dukung Prabowo, Ada Apa Dengan Ganjar?

Theo Adi Pratama | 22 Agustus 2023, 16:51 WIB
Kader PDIP Malah Dukung Prabowo, Ada Apa Dengan Ganjar?

AKURAT.CO SEMARANG - Sebagian kader PDIP secara terang-terangan mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres di Pemilu 2024.

Ketua Umum Partai Gerindra itu salah satunya mendapat dukungan dari Budimam Sudjatmiko yang diketahui sebagai slah satu ketua sayap PDIP dan loyalis Megawati.

Padahal, PDIP telah mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden di Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Udinus Jadi Tuan Rumah Kick Off WMK, Dihadiri Oleh 400 Peserta

Menanggapi hal itu, Pengamat politik dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Teguh Yuwono mengungkapkan penyebab PDIP pada kontestasi politik 2024 mengalami disorientasi atau tidak satu komando terhadap pimpinan pusat.

Menurut dia, penyebabnya ada dua faktor terkait kader PDIP mulai membelok ke partai politik lainnya.

Salah satunya, PDIP hingga saat ini masih belum jelas siapa calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Ganjar Pranowo untuk bertarung di Pilpres.

Baca Juga: Temu Kader dan Pleno PKK Jateng Penuh Haru; Terima Kasih Bu Atikoh

"Saya kira itu efek ketidakjelasan tentang siapa Cawapres yang dipasangkan. Kemudian, siapa yang benar-benar memiliki dukungan ideologis dan personalitas terhadap Ketua Umum PDIP (Megawati Soekarnoputri), "ungkap Teguh saat dikonfirmasi Indoraya melalui pesan Whatsapp, Selasa (22/8/2023).

Ia menuturkan, kader melakukan bermanuver itu sebuah proses demokratisasi tetapi tidak kontekstual. Mestinya, realitasnya partai politik yang kemudian dukungan penuh tanya reserve kepada partai politik.

"Itu adalah kunci untuk memperkuat target-target politik, tapi kalau kemudian memunculkan banyak distorsi atau banyak perbedaan sikap pandangan dan pilihan politik. Saya kira menjadi berat bagi partai politik sebesar apapun untuk mencapai target nasionalnya, "jelasnya.

Baca Juga: Elektabilitasnya Rebound, Respon Ganjar Pranowo: Kita Sikapi dengan Baik

Teguh kembali memperjelas soal persoalan-persoalan yang dimiliki partai-partai itu buntut dari efek suasana menunggu waktu yang lama, karena ketidakjelasan tokoh-tokoh yang duduk menjadi Cawapres hingga menunggu akhir waktu.

" Saya kira menunggu akhir waktu, akhirnya muncul banyak manuver. Karena barangkali tidak happy dengan figur Ganjar, tidak happy dengan figur Prabowo. Sehingga terjadi semacam silang pandangan atau silang pilihan politik oleh para aktivis partai politik itu, "katanya.

Selain persoalan ketidakjelasan nama Cawapres, ia juga menyorot terkait kaderisasi apakah bisa membuat kader itu loyalitas berkat kaderisasi partai yang dinilai bagus.

Baca Juga: Adi Satryo Somasi Terhadap Ujaran Kebencian Menyangkut Keluarga

"Padahal, PDI Perjuangan dinilai sebagai partai politik yang paling loyal terhadap pimpinan dan terhadap ideologi partai. Tetapi kalau kasus seperti ini tentu ini menjadi catatan penting bagi kekuatan politik PDI Perjuangan, "imbuhnya.

Disinggung soal kader PDIP bermanuver sudah terdegar di telinga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Teguh menyarankan kepada Megawati agar segera bertindak tegas kepada kader yang bermanuver.

"Megawati sepertinya lebih tegas lagi ya, karena kalau tidak tegas saya kira kunci PDI itu kan loyalitas jadi berbahaya, "tegasnya.

Baca Juga: Berpengalaman dan Berprestasi, KH Rofiq Mahfudz Adalah Solusi Bagi PWNU Jateng

Kemudian ditanya soal apakah Budiman Sudjatmiko strategi dari PDIP untuk mencari peluang kemenangan, ia mengatakan jika hal itu terjadi tentunya konyol.

" Jika misi PDIP mengirim Budiman untuk sebagai mematai-matai kemudian bertindak seperti itu, saya kira kok konyol, "paparnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.