Kisah Tragis Negara Terkaya di Dunia yang Bangkrut, Kini Berani Bertaruh pada Proyek Tambang Laut Rp 300 Triliun!

JATENG.AKURAT.CO, Nauru, sebuah negara pulau kecil di Pasifik, memiliki cerita yang begitu ekstrem: dari puncak kejayaan menjadi negara miskin, dan kini kembali mempertaruhkan segalanya.
Negara yang pernah menjadi salah satu yang terkaya di dunia ini, kini mengandalkan nasibnya pada tambang laut dalam dengan harapan bisa mengembalikan kejayaan masa lalu.
Dari Emas Putih Menjadi Lahan Kosong
Kisah Nauru dimulai dengan keberuntungan besar. Selama ribuan tahun, kotoran burung laut menumpuk di pulau ini dan berubah menjadi cadangan fosfat yang luar biasa melimpah.
Setelah merdeka pada tahun 1968, Nauru mengambil alih industri fosfatnya, dan kekayaan pun mengalir deras.
Dengan pendapatan per kapita yang fantastis, Nauru sempat hidup dalam kemewahan.
Namun, kejayaan itu tidak bertahan lama. Praktik penambangan yang tidak berkelanjutan membuat 80% daratan pulau menjadi gersang dan tidak subur.
Pada akhir tahun 1990-an, cadangan fosfat habis, dan investasi yang salah urus membuat Nauru jatuh miskin. Negara yang dulu makmur ini pun terjebak dalam kemiskinan dan ketergantungan.
Taruhan Besar di Dasar Samudra
Di tengah keputusasaan, Nauru menemukan harapan baru: nodul polimetalik di dasar laut Clarion-Clipperton Zone.
Nodul-nodul ini mengandung mineral penting seperti nikel, mangan, tembaga, dan kobalt, yang sangat dibutuhkan untuk teknologi energi hijau seperti kendaraan listrik dan baterai.
Nilai total mineral ini diperkirakan mencapai 20 triliun dolar AS, sebuah angka yang fantastis!
Nauru tidak sendirian dalam ambisi ini. Mereka menjalin kemitraan kontroversial dengan The Metals Company (TMC), sebuah perusahaan Kanada.
Berdasarkan hukum internasional, perusahaan yang ingin melakukan penambangan laut dalam harus disponsori oleh sebuah negara, dan TMC memilih Nauru.
Kemitraan ini memicu kekhawatiran dari para kritikus, yang menyebutnya sebagai "sponsor kenyamanan" di mana perusahaan besar menggunakan negara kecil yang lemah secara politik sebagai perisai hukum.
Risiko Lingkungan dan Perlombaan Global
Penambangan laut dalam bukan tanpa risiko. Para ilmuwan memperingatkan bahwa operasi ini dapat merusak ekosistem yang belum terjamah di dasar samudra.
Penambangan bisa menciptakan awan sedimen yang berbahaya bagi kehidupan laut dan mengganggu peran samudra dalam mengatur siklus karbon global.
Meskipun para pendukung berargumen ini lebih baik daripada penambangan di darat, dampak penuhnya belum sepenuhnya dipahami.
Langkah Nauru ini juga memicu perlombaan global. Negara-negara besar seperti China, Rusia, dan Jepang juga ikut terlibat dalam pencarian mineral laut dalam.
Pada tahun 2021, Nauru mengaktifkan "aturan dua tahun" untuk menekan International Seabed Authority (ISA) agar segera menyelesaikan regulasi penambangan.
Meskipun tenggat waktu sudah lewat tanpa kesepakatan, kini perusahaan seperti TMC bisa mengajukan izin penambangan tanpa perlindungan lingkungan yang lengkap.
Nauru kembali berada di persimpangan jalan. Keputusan untuk bertaruh pada penambangan laut dalam adalah sebuah perjudian besar.
Akankah sejarah terulang, di mana Nauru hanya menerima sebagian kecil keuntungan sementara kekuatan eksternal meraup semua hasilnya? Waktu yang akan menjawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time




