Mengungkap Bahaya Dibalik Mitos Kerokan sebagai Penyembuh Masuk Angin: Antara Sebuah Tradisi dan Risiko Kesehatan

JATENG.AKURAT.CO, Mitos merupakan suatu tradisi lisan yang telah terbentuk di dalam masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah satu mitos yang masih banyak dipercaya oleh masyarakat luas adalah kerokan bisa menyembuhkan masuk angin.
Mitos ini telah mengakar kuat dan diikuti oleh sebagian besar masyarakat, terutama di Indonesia.
Baca Juga: Lebih dari Sekedar Mimpi Buruk: Mengungkap Tafsiran dan Arti dari Mimpi Dikejar Kucing
Kerokan: Tradisi yang Mengakar
Kerokan, yaitu metode menggosok punggung dengan benda tumpul seperti koin atau sendok yang diberi minyak, diyakini mampu menyembuhkan masuk angin.
Bagi banyak orang, kerokan memberikan rasa lega dan menimbulkan efek ketagihan.
Sensasi hangat dan rasa nyaman setelah kerokan sering kali membuat seseorang merasa bahwa kondisi kesehatannya membaik.
Risiko di Balik Kerokan
Namun, di balik manfaat sementara yang dirasakan, kerokan ternyata memiliki risiko yang perlu diwaspadai.
Proses kerokan membuka pori-pori kulit dan dapat menyebabkan luka kecil pada permukaan kulit.
Pori-pori kulit yang telah terbuka dan rusak tersebut justru akan lebih mudah untuk terserang angin dan menyebabkan kondisi masuk angin berulang.
Baca Juga: Makna serta Tafsiran dari Mimpi Kucing Hutan: Apakah Ada Pertanda Baik atau Bahkan Buruk?
Perspektif Kedokteran Modern
Di luar negeri, istilah masuk angin tidak dikenal dalam dunia kedokteran.
Para dokter lebih memahami kondisi tersebut sebagai dampak dari kedinginan atau penurunan daya tahan tubuh.
Saat tubuh kedinginan, sistem imun melemah dan berbagai infeksi dapat dengan mudah terjadi.
Dalam hal ini, kerokan justru dapat memperburuk kondisi karena kulit yang terluka dan pori-pori yang terbuka memudahkan masuknya patogen.
Alternatif yang Dianjurkan: Pijatan
Untuk mengatasi masuk angin, alternatif yang lebih aman dan dianjurkan oleh banyak dokter adalah pijatan.
Di dunia bagian Timur, pijatan telah lama diyakini dapat melancarkan aliran darah dan memberikan efek penyembuhan.
Pijatan tidak hanya membantu orang dewasa, tetapi juga dianggap bermanfaat bagi bayi.
Dengan pijatan, aliran darah menjadi lebih lancar, tubuh menjadi lebih rileks, dan daya tahan tubuh dapat meningkat.
Baca Juga: Mengulik Mitos Makan Sambil Tiduran: Benarkah Bisa Berubah Jadi Ular? Cek FAKTANYA!
Meskipun kerokan merupakan tradisi yang telah mengakar dalam masyarakat dan memberikan rasa lega sementara, penting untuk memahami risiko yang dapat ditimbulkannya.
Sebagai alternatif yang lebih aman, pijatan dianjurkan oleh dokter untuk membantu mengatasi gejala masuk angin.
Dengan demikian, kita tetap bisa menjaga kesehatan tanpa mengabaikan warisan tradisi, namun dengan pendekatan yang lebih bijak dan aman.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal









