Jateng

Dua Kilatan Terang di Cakram Matahari Memicu Badai Matahari Terparah, Apakah Indonesia Terkena Dampaknya?

Theo Adi Pratama | 25 Maret 2024, 10:56 WIB
Dua Kilatan Terang di Cakram Matahari Memicu Badai Matahari Terparah, Apakah Indonesia Terkena Dampaknya?

AKURAT.CO, Dua kilatan terang yang muncul di tengah cakram matahari, dikenal sebagai suar surya, telah tertangkap oleh Observatorium Matahari Learmonth di Australia.

Kejadian ini menjadi sorotan karena suar surya tersebut menjadi penyebab terjadinya badai geomagnetik parah, yang melanda Bumi sejak Minggu, 24 Maret 2024.

Menurut penjelasan dari akun @marufins, suar surya yang terjadi merupakan bagian dari badai matahari kelas X, yang merupakan kelas tertinggi dalam skala badai matahari.

Baca Juga: Tertarik Smartphone dengan Fitur Unik? Cobalah Sharp Aquos V6 Plus SH CO4 dengan NFC!

Badai geomagnetik parah dengan skala Kp=8, yang disebabkan oleh suar surya ini, menyebabkan gangguan listrik di kawasan subtropis utara dan selatan dekat lingkar kutub.

Badai ini juga mengganggu komunikasi radio frekuensi tinggi dan sinyal GPS selama berjam-jam. Bahkan, cahaya aurora diprediksi akan terlihat dari California, menandakan dampak luas dari badai geomagnetik tersebut.

Namun, Indonesia beruntung karena berada di kawasan tropis.

Hal ini membuat Indonesia tidak terlalu terganggu oleh badai geomagnetik G4 ini, kecuali untuk sinyal GPS yang mungkin mengalami gangguan.

Baca Juga: Gempa Tuban 22 Maret 2024: Mengenal Sesar Muria (Laut) serta Potensi Ancaman Gempa di Pulau Jawa

Pentingnya Memahami Dampak Badai Matahari

Badai matahari merupakan fenomena alam yang dapat memiliki dampak yang signifikan pada infrastruktur teknologi modern.

Gangguan pada sistem listrik dan komunikasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan berdampak pada keamanan nasional.

Oleh karena itu, pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi potensi dampak dari badai matahari sangatlah penting.

Baca Juga: Viral Video Tawuran di Perempatan Lottemart Gayamsari, Jam Sahur di Semarang Sudah Tidak Aman

Upaya untuk memonitor aktivitas matahari dan mempersiapkan sistem-sistem yang dapat mengurangi risiko dari badai matahari perlu terus ditingkatkan.

Dengan demikian, meskipun Indonesia tidak terlalu terpengaruh oleh badai geomagnetik kali ini, pemahaman akan potensi dampaknya tetaplah penting sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko di masa mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.