Dua Kilatan Terang di Cakram Matahari Memicu Badai Matahari Terparah, Apakah Indonesia Terkena Dampaknya?

AKURAT.CO, Dua kilatan terang yang muncul di tengah cakram matahari, dikenal sebagai suar surya, telah tertangkap oleh Observatorium Matahari Learmonth di Australia.
Kejadian ini menjadi sorotan karena suar surya tersebut menjadi penyebab terjadinya badai geomagnetik parah, yang melanda Bumi sejak Minggu, 24 Maret 2024.
Menurut penjelasan dari akun @marufins, suar surya yang terjadi merupakan bagian dari badai matahari kelas X, yang merupakan kelas tertinggi dalam skala badai matahari.
Baca Juga: Tertarik Smartphone dengan Fitur Unik? Cobalah Sharp Aquos V6 Plus SH CO4 dengan NFC!
Badai geomagnetik parah dengan skala Kp=8, yang disebabkan oleh suar surya ini, menyebabkan gangguan listrik di kawasan subtropis utara dan selatan dekat lingkar kutub.
Badai ini juga mengganggu komunikasi radio frekuensi tinggi dan sinyal GPS selama berjam-jam. Bahkan, cahaya aurora diprediksi akan terlihat dari California, menandakan dampak luas dari badai geomagnetik tersebut.
Namun, Indonesia beruntung karena berada di kawasan tropis.
Hal ini membuat Indonesia tidak terlalu terganggu oleh badai geomagnetik G4 ini, kecuali untuk sinyal GPS yang mungkin mengalami gangguan.
Baca Juga: Gempa Tuban 22 Maret 2024: Mengenal Sesar Muria (Laut) serta Potensi Ancaman Gempa di Pulau Jawa
Pentingnya Memahami Dampak Badai Matahari
Badai matahari merupakan fenomena alam yang dapat memiliki dampak yang signifikan pada infrastruktur teknologi modern.
Gangguan pada sistem listrik dan komunikasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan berdampak pada keamanan nasional.
Oleh karena itu, pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi potensi dampak dari badai matahari sangatlah penting.
Baca Juga: Viral Video Tawuran di Perempatan Lottemart Gayamsari, Jam Sahur di Semarang Sudah Tidak Aman
Upaya untuk memonitor aktivitas matahari dan mempersiapkan sistem-sistem yang dapat mengurangi risiko dari badai matahari perlu terus ditingkatkan.
Dengan demikian, meskipun Indonesia tidak terlalu terpengaruh oleh badai geomagnetik kali ini, pemahaman akan potensi dampaknya tetaplah penting sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko di masa mendatang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



