Jateng

Info Kesehatan: Deteksi Dini Diabetes pada Anak, Kenali 8 Gejala dan Pencegahan

Theo Adi Pratama | 25 Januari 2024, 03:00 WIB
Info Kesehatan: Deteksi Dini Diabetes pada Anak, Kenali 8 Gejala dan Pencegahan

AKURAT.CO Kesehatan, Diabetes, penyakit metabolik yang meningkatkan kadar gula darah, tidak hanya menghantui orang dewasa.

Anak-anak pun dapat mengalami diabetes, dengan jenis utama yang dialami oleh mereka adalah diabetes tipe 1.

Mengingat tingginya angka penderita diabetes anak, deteksi dini sangat penting agar pengobatan dapat dimulai lebih awal.

Inilah beberapa gejala yang perlu diperhatikan oleh orang tua untuk mendeteksi diabetes pada anak.

Baca Juga: Info Seputar Tips: Skema Warna Kalem. 4 Tips Memberikan warna dengan Sentuhan Ketenangan dan Keindahan di Ruangan

1. Buang Air Kecil Berlebihan

Anak yang sering buang air kecil, bahkan melebihi frekuensi normal untuk usianya, bisa mengindikasikan diabetes.

Ginjal yang tidak mampu menyerap glukosa berlebih menyebabkan glukosa dikeluarkan melalui urine.

Jika Anda melihat anak buang air kecil lebih sering atau mengompol secara tiba-tiba, ini dapat menjadi tanda diabetes.

2. Haus yang Berlebihan

Dehidrasi akibat kehilangan cairan melalui buang air kecil yang berlebihan membuat anak merasa haus terus-menerus.

Meskipun minum banyak air, kehausan yang berlebihan tetap terjadi.

Jadi, jika Anda melihat anak minum air dalam jumlah yang tidak wajar, sementara masih mengeluh haus, perlu mencurigai adanya masalah.

Baca Juga: Info Seputar Tips: Memilih Jurusan Kuliah, Berikut 4 Tips Penting Langsung dari Psikolog UMJ

3. Nafsu Makan yang Meningkat

Anak dengan diabetes mungkin mengalami peningkatan nafsu makan, dikenal sebagai polifagia.

Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak dapat memproses glukosa menjadi energi, sehingga anak menjadi lebih cepat lapar meskipun telah makan dengan porsi besar.

4. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas

Meskipun nafsu makan meningkat, anak dengan diabetes tipe 1 bisa mengalami penurunan berat badan yang signifikan.

Hal ini terjadi karena tubuh mencari sumber energi lain, seperti lemak dan otot, karena tidak mampu memproses glukosa secara efektif.

Baca Juga: Info Seputar Tips: 7 Tips Mencuci Bra dengan Benar Menurut Dokter Spesialis Kulit

5. Kelelahan dan Perubahan Perilaku

Anak yang mengalami diabetes mungkin terlihat lelah sepanjang waktu.

Mereka dapat kehilangan energi, menolak untuk bermain, sulit berkonsentrasi, dan perilaku mereka berubah.

Gangguan ini dapat memengaruhi prestasi di sekolah dan aktivitas sehari-hari.

6. Kesulitan Penyembuhan Luka

Kadar gula darah yang tinggi dapat membuat penyembuhan luka menjadi lambat.

Jaringan tubuh kesulitan memperbaiki diri, dan anak menjadi rentan terhadap infeksi.

Bahkan, infeksi jamur pada anak perempuan dapat menjadi masalah kesehatan yang muncul.

Baca Juga: Info Seputar Tips: 7 Tips Membersihkan Sudut Rumah yang Sering Terlupakan agar Tetap Sehat dan Bersih

7. Perubahan Warna Kulit (Akantosis Nigrikans)

Diabetes pada anak dapat menimbulkan perubahan warna kulit, dikenal sebagai akantosis nigrikans.

Biasanya terjadi di area lipatan tubuh dan disebabkan oleh resistensi insulin. Jika Anda melihat perubahan warna kulit yang gelap dan tebal pada anak, segera konsultasikan dengan dokter.

8. Gejala Lain dan Riwayat Keluarga

Pandangan kabur, sakit perut, mual, muntah, napas berbau buah, dan ruam popok pada bayi juga dapat menjadi gejala diabetes pada anak.

Selain itu, jika ada riwayat diabetes dalam keluarga, risiko anak mengalami kondisi serupa dapat meningkat.

Pencegahan dan Tindakan Lanjutan

Orang tua perlu waspada terhadap gejala diabetes pada anak. Jika terdapat kecurigaan, segera bawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kadar gula darah.

Pencegahan melibatkan gaya hidup sehat, seperti mempromosikan pola makan seimbang dan aktifitas fisik.

Deteksi dini diabetes pada anak memainkan peran kunci dalam memberikan pengobatan dan manajemen yang efektif.

Dengan pemahaman akan gejala-gejala ini, orang tua dapat berperan aktif dalam mendukung kesehatan anak dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul akibat diabetes.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.