Banyaknya Kasus Bunuh Diri yang Terjadi di Seluruh Dunia, Ternyata Ini 6 Penyebabnya

AKURAT.CO Kesehatan, Kasus bunuh diri ternyata sudah banyak sekali terjadi terutama di Indonesia serta tiap tahun terus mengalami peningkatan.
Baru-baru ini yakni pada hari Selasa 10 Oktober 2023 kemarin terjadi kasus seorang mahasiswi yang terjatuh dari sebuah gedung pusat perbelanjaan di kota Semarang.
Saat dilakukan pemeriksaan terkait korban ditemukan sebuah surat yang akhirnya diduga bahwa ini adalah kasus bunuh diri.
Bila berkaca dalam kasus ini ternyata banyak juga mengapa seseorang terdorong ingin cepat mengakhiri hidupnya salah satunya karena depresi tidak bisa menggapai sesuatu yang diinginkan atau tidak bisa membahagiakan orang lain.
Penyebab lain mengapa seseorang bisa memilih bunuh diri adalah:
Baca Juga: Mengenal Wewe Gombel, Sosok Hantu yang Selalu Dikaitkan dengan Bukit Gombel Semarang
Mengalami Penyakit Kronis
Pasien yang mengalami penyakit kronis berisiko punya pemikiran untuk bunuh diri lebih tinggi.
Dampak dari sakit kronis ini tentu mengakibatkan pengidapnya menjadi stres, bahkan depresi karena sakit yang dialaminya tidak kunjung sembuh.
“Ketika itu terjadi, perlahan harapan dan keyakinan diri yang dimiliki individu untuk pulih atau mungkin harapan lainnya di masa mendatang pun perlahan akan memudar,” ungkap Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog.
Terlebih lagi, jika ia merasa tidak mendapatkan dukungan dari orang sekitarnya.
Saat kondisi ini terjadi, risiko pemikiran bunuh diri akan meningkat. Bahkan, muncul percobaan untuk mengakhiri hidup.
Baca Juga: Mitos Seputar Bukit Gombel Semarang, Salah Satunya Hantu Wewe Gombel yang Suka Menculik Anak Kecil
Penggunaan Zat dan Impulsif
Penggunaan narkoba dan alkohol dapat meningkatkan keinginan untuk bunuh diri.
Hal ini disebabkan karena seseorang menjadi lebih impulsif dan cenderung bertindak spontan.
Pengidap depresi dan gangguan psikologis lainnya memiliki risiko tinggi untuk menggunakan zat narkotika dan menjadi kecanduan alkohol.
Baca Juga: Pernikahan Merupakan Momen yang Sakral, dan Ini 7 Persiapan Penting Hingga Sampai Pada Pernikahan
Skizofrenia
Sebuah studi yang dilakukan di Journal of the American Medical Association Psychiatry menyatakan bahwa penderita skizofrenia usia 18-34 tahun memiliki risiko bunuh diri yang tinggi.
Gangguan mental ini membuat seseorang kesulitan untuk membedakan mana yang nyata dan tidak nyata.
Hal tersebut membuat mereka sulit untuk berpikir jernih, memiliki respon emosional yang normal, dan bertindak secara normal dalam situasi tertentu.
Depresi
Salah satu alasan umum kenapa orang bunuh diri adalah depresi berat.
Ketika mengalami depresi, seseorang bisa merasakan sakit emosional yang parah dan kehilangan harapan.
Hal tersebut dapat membuat mereka tidak bisa menemukan cara lain untuk mengatasi situasi ini, selain dengan mengakhiri hidup mereka sendiri.
Dilansir dari laman American Foundation for Suicide Prevention, depresi menjadi penyebab dari hampir semua kasus bunuh diri.
Baca Juga: Suhu Dalam Ruangan Semakin Panas, Coba Terapkan 7 Tips Ini Buat Mengurangi Hawa Panasnya
Putus Asa
Saat seseorang merasa kehilangan semua harapan dan tidak mampu untuk mengubahnya, hal-hal baik dalam hidup akan terlupakan.
Keinginan untuk bunuh diri pun mulai muncul.
Orang lain mungkin merasa bahwa masih ada harapan untuk menjalani dan menikmati hidup.
Akan tetapi, orang yang mengalami depresi mungkin merasa begitu pesimistis dan sangat putus asa.
Stres Traumatis
Seseorang yang memiliki pengalaman traumatis seperti pelecehan seksual hingga trauma perang, memiliki risiko lebih besar untuk bunuh diri.
Bahkan, hal ini bisa terjadi bertahun-tahun setelah mengalami trauma.
Selain itu, risiko bunuh diri juga akan semakin meningkat apabila seseorang didiagnosis dengan post-traumatic stress disorder atau PTSD.
Pemicu dari kondisi ini adalah depresi yang terjadi setelah trauma.
Umumnya, pasien juga merasa tidak berdaya dan putus asa, sehingga menyebabkan mereka untuk mengakhiri hidupnya.
Itu dia enam penyebab seseorang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time





