Akurat Logo

Banyaknya Kasus Bunuh Diri yang Terjadi di Seluruh Dunia, Ternyata Ini 6 Penyebabnya

Theo Adi Pratama | 11 Oktober 2023, 11:17 WIB
Banyaknya Kasus Bunuh Diri yang Terjadi di Seluruh Dunia, Ternyata Ini 6 Penyebabnya

AKURAT.CO Kesehatan, Kasus bunuh diri ternyata sudah banyak sekali terjadi terutama di Indonesia serta tiap tahun terus mengalami peningkatan.

Baru-baru ini yakni pada hari Selasa 10 Oktober 2023 kemarin terjadi kasus seorang mahasiswi yang terjatuh dari sebuah gedung pusat perbelanjaan di kota Semarang.

Saat dilakukan pemeriksaan terkait korban ditemukan sebuah surat yang akhirnya diduga bahwa ini adalah kasus bunuh diri.

Bila berkaca dalam kasus ini ternyata banyak juga mengapa seseorang terdorong ingin cepat mengakhiri hidupnya salah satunya karena depresi tidak bisa menggapai sesuatu yang diinginkan atau tidak bisa membahagiakan orang lain.

Penyebab lain mengapa seseorang bisa memilih bunuh diri adalah:

Baca Juga: Mengenal Wewe Gombel, Sosok Hantu yang Selalu Dikaitkan dengan Bukit Gombel Semarang

Mengalami Penyakit Kronis

Pasien yang mengalami penyakit kronis berisiko punya pemikiran untuk bunuh diri lebih tinggi.

Dampak dari sakit kronis ini tentu mengakibatkan pengidapnya menjadi stres, bahkan depresi karena sakit yang dialaminya tidak kunjung sembuh.

“Ketika itu terjadi, perlahan harapan dan keyakinan diri yang dimiliki individu untuk pulih atau mungkin harapan lainnya di masa mendatang pun perlahan akan memudar,” ungkap Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog.

Terlebih lagi, jika ia merasa tidak mendapatkan dukungan dari orang sekitarnya.

Saat kondisi ini terjadi, risiko pemikiran bunuh diri akan meningkat. Bahkan, muncul percobaan untuk mengakhiri hidup.

Baca Juga: Mitos Seputar Bukit Gombel Semarang, Salah Satunya Hantu Wewe Gombel yang Suka Menculik Anak Kecil

 

Penggunaan Zat dan Impulsif

Penggunaan narkoba dan alkohol dapat meningkatkan keinginan untuk bunuh diri.

Hal ini disebabkan karena seseorang menjadi lebih impulsif dan cenderung bertindak spontan.

Pengidap depresi dan gangguan psikologis lainnya memiliki risiko tinggi untuk menggunakan zat narkotika dan menjadi kecanduan alkohol.

Baca Juga: Pernikahan Merupakan Momen yang Sakral, dan Ini 7 Persiapan Penting Hingga Sampai Pada Pernikahan

Skizofrenia

Sebuah studi yang dilakukan di Journal of the American Medical Association Psychiatry menyatakan bahwa penderita skizofrenia usia 18-34 tahun memiliki risiko bunuh diri yang tinggi.

Gangguan mental ini membuat seseorang kesulitan untuk membedakan mana yang nyata dan tidak nyata.

Hal tersebut membuat mereka sulit untuk berpikir jernih, memiliki respon emosional yang normal, dan bertindak secara normal dalam situasi tertentu.

Baca Juga: Momen Pernikahan Sekali Seumur Hidup, Cobalah 4 lokasi Pernikahan Anti Mainstream yang Sangat Berbeda Ini!

Depresi

Salah satu alasan umum kenapa orang bunuh diri adalah depresi berat.

Ketika mengalami depresi, seseorang bisa merasakan sakit emosional yang parah dan kehilangan harapan.

Hal tersebut dapat membuat mereka tidak bisa menemukan cara lain untuk mengatasi situasi ini, selain dengan mengakhiri hidup mereka sendiri.

Dilansir dari laman American Foundation for Suicide Prevention, depresi menjadi penyebab dari hampir semua kasus bunuh diri.

Baca Juga: Suhu Dalam Ruangan Semakin Panas, Coba Terapkan 7 Tips Ini Buat Mengurangi Hawa Panasnya

Putus Asa

Saat seseorang merasa kehilangan semua harapan dan tidak mampu untuk mengubahnya, hal-hal baik dalam hidup akan terlupakan.

Keinginan untuk bunuh diri pun mulai muncul.

Orang lain mungkin merasa bahwa masih ada harapan untuk menjalani dan menikmati hidup.

Akan tetapi, orang yang mengalami depresi mungkin merasa begitu pesimistis dan sangat putus asa.

Stres Traumatis

Seseorang yang memiliki pengalaman traumatis seperti pelecehan seksual hingga trauma perang, memiliki risiko lebih besar untuk bunuh diri.

Bahkan, hal ini bisa terjadi bertahun-tahun setelah mengalami trauma.

Selain itu, risiko bunuh diri juga akan semakin meningkat apabila seseorang didiagnosis dengan post-traumatic stress disorder atau PTSD.

Pemicu dari kondisi ini adalah depresi yang terjadi setelah trauma.

Umumnya, pasien juga merasa tidak berdaya dan putus asa, sehingga menyebabkan mereka untuk mengakhiri hidupnya.

Itu dia enam penyebab seseorang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.