Jateng

Bacan Pertama, Bacaan Injil dan Renungan Harian Senin Pekan Biasa 02 Oktober 2023

Theo Adi Pratama | 2 Oktober 2023, 02:00 WIB
Bacan Pertama, Bacaan Injil dan Renungan Harian Senin Pekan Biasa 02 Oktober 2023

AKURAT.CO, Bacaan Liturgi Hari Senin 2 Oktober 2023, Kalender Liturgi 2 Oktober 2023 merupakan Hari Senin Pekan Biasa XXVI, Peringatan Wajib Pesta Para Malaikat Pelindung, Santo Leger atau Lutgar, Martir dengan Warna Liturgi Putih.

Baca Juga: Bacaan Pertama, Bacaan Kedua, Bacaan Injil dan Renungan Harian Minggu 01 Oktober 2023

Bacaan Pertama : Kel 23:20-23a

"Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.

Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.

Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.

Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Baca Juga: Bacaan Pertama, Injil dan Renungan Harian Sabtu Dalam Pekan Biasa 30 September 2023

Mazmur Tanggapan : Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya.

Terimalah beban-Ku dan belajarlah daripada-Ku, sebab aku lemah lembut dan rendah hati.

Baca Juga: Bacaan Pertama, Bacaan Injil dan Renungan Harian Jumat Pekan Biasa 29 September 2023

Bacaan Injil : Matius 18:1-5.10

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil, dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat-malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Baca Juga: Bacaan Pertama, Injil dan Renungan Harian Kamis Pekan Biasa 28 September 2023

Renungan Harian Katolik Senin 2 Oktober 2023

Di dalam masyarakat, seringkali anak-anak dipandang sebagai warga kelas dua, dipandang sebagai sekadar beban dan sering diabaikan atau dilecehkan. Namun dalam Kerajaan Surga mereka warga kelas satu.

Pada kenyataannya sifat seperti anak-anak syarat mutlak agar dapat masuk ke dalam surga: “Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 18:3).

Bagi Yesus, anak-anak adalah “model kekudusan dan kerendahan hati” yang harus dihargai, dihormati, dan dilindungi. Bahkan Yesus sendiri merendahkan diri-Nya untuk masuk ke dalam dunia ini sebagai seorang anak kecil.

Mengapa model anak-anak menjadi syarat mutlak agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga? Barangkali kemampuan anak-anak kecil untuk melaksanakan perintah Allah untuk mengasihi Allah dan sesama.

Anak-anak kecil kelihatannya menerima tanpa syarat, tersenyum tanpa alasan, mengampuni dan melupakan dengan mudah, dan menaruh kepercayaan tanpa mencoba mengetesnya terlebih dahulu, menerima apa yang dikatakan orang-orang dewasa dengan mudah.

Kitab Suci menempatkan kehormatan bagi anak-anak kecil dalam Kerajaan Allah. Lalu mengkaitkan anak-anak kecil dengan keharmonisan zaman yang akan datang.

Misalnya, Yesaya menggambarkan firdaus sebagai sebuah tempat di mana seorang anak kecil akan bermain-main dekat liang ular tedung, tanpa dilukai, malah memiliki kuasa atas hewan/binatang yang kejam seperti serigala dan macan tutul dlsb. (lihat Yes 11:6-9).

Sementara Injil hari ini mengharapkan kita untuk mempertimbangkan “sifat anak-anak” diri kita sendiri (bukan sifat kekanak-kanakan) dalam hidup sebagai orang beriman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.