Jateng

Bacaan Pertama, Bacaan Injil dan Renungan Harian Jumat Pekan Biasa 29 September 2023

Theo Adi Pratama | 29 September 2023, 02:00 WIB
Bacaan Pertama, Bacaan Injil dan Renungan Harian Jumat Pekan Biasa 29 September 2023

AKURAT.CO, Bacaan Liturgi Hari Jumat 29 September 2023, Kalender Liturgi 29 September 2023 merupakan Hari Jumat Pekan Biasa XXV, Pesta Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung, Santo Sirakus, Pengaku Iman, Santa Theodota dari Philippopolis, Martir dengan Warna Liturgi Putih.

Baca Juga: Bacaan Pertama, Injil dan Renungan Harian Kamis Pekan Biasa 28 September 2023

Bacaan Pertama : Daniel 7:9-10.13.14

Pakaian-Nya putih seperti salju.

Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju, dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba.

Takhta-Nya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya.

Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan-gemawan seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap Dia Yang Lanjut Usianya itu, dan Ia dihantar ke hadapan-Nya.

Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya kekal adanya, dan kerajaannya tidak akan binasa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan : Mzm. 138:1-2ab.2cde-3.4.5

Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.

Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku; di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.

Aku hendak memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.

Baca Juga: Bacaan Pertama, Injil dan Renungan Harian Rabu Pekan Biasa 27 September 2023

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.

Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.

Bacaan Injil : Yohanes 1:47-51

Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak manusia.

Pada waktu itu Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Tatkala melihat Natanael datang, Yesus berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”

Kata Natanael kepada Yesus, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”

Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya, “Karena Aku berkata kepadamu: ‘Aku melihat engkau di bawah pohon ara’, maka engkau percaya?

Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan kaulihat.” Lalu kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Baca Juga: Bacaan Pertama, Injil dan Renungan Harian Selasa Pekan Biasa 26 September 2023

Renungan Harian Katolik Jumat 29 September 2023

Bagaimana kita membayangkan bentuk dari malaikat-malaikat? Bagaimana kita bisa mengerti seperti apa malaikan dan bagaimana keberadaannya? Mungkin kita akan sulit untuk membayangkan dan mengerti tentang malaikat.

Para spiritualis, teolog, dan ahli-ahli kitab suci mungkin juga tidak mudah untuk berbicara tentang malaikat.

Sepanjang sejarah rasanya mereka banyak mendiskusikan dan mendeskripsikan tentang malaikat, berapa jumlahnya, bagaimana hidupnya, dan lain sebagainya.

Untuk kita, biarlah mereka yang berdebat tentang malaikat. Mari kita mempercayai bahwa malaikat itu sungguh ada dan hadir dala, hidup kita.

Lebih membawa berkat bagi kita untuk mengamini eksistensinya dan mengerti bagaimana peran para malaikat seperti yang tertulis dalam kitab suci. Sumber utama kita adalah kitab suci, kita tidak berandai-andai atau bahkan membuat malaikat sendiri.

Seperti dalam Injil hari ini, kiranya yang menjadi perhatian kita adalah berkaitan dengan kesejatian hidup, hidup yang tidak dipalsukan.

Demikian para malaikat adalah bentuk dari kesejatian hidup. Mereka sungguh hadir dan membawa kesejatian hidup itu sendiri.

Seperti Natanael yang dikatakan Yesus sebagai orang Israel sejati. Seluruh hidupnya ia pakai untuk menemukan dan mengerti akan Tuhan. Berada di bawah pohon ara pada siang hari dalam masyarakat Yahudi berarti orang itu sedang berdoa, atau dalam kesendirian seperti orang yang sedang semedi.

Maka dalam pengertian Yohanes, Natanael adalah orang yang selalu mendekatkan diri pada yang Ilahi, menyatukan hidupnya untuk mengalami Allah yang hadir.

Sering kalil hidup kita dipenuhi dengan kepalsuan-kepalsuan. Mulai dari rambut palsu, suami-istri palsu, keramahan yang palsu, sampai pada iman yang palsu. Apakah kita tidak lelah dengan kepalsuan-kepalsuan yang ada dalam diri kita?

Bersama dengan para malaikat, kita diingatkan untuk membangun hidup yang sejati. Kesejatian hidup yang paling agung adalah kebersatuan dengan Tuhan sendiri.

Struktur dasar hidup kita sebenarnya adalah dalam kebersamaan. Dalam kebersamaan yang paling dirindukan adalah kesatuan dengan Sang pemberi hidup.

Mari mohon rahmat Tuhan agar kita tidak semakin terbelenggu dalam kepalsuan-kepalsuan. Semoga hidup kita menjadi semakin sejati dan murni.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.