Jateng

Kisah Tokoh Pewayangan Jawa: Prabu Jungkung Mardeya, Raja Angkuh yang Tewas di Tangan Srikandi

Theo Adi Pratama | 20 Februari 2025, 09:00 WIB
Kisah Tokoh Pewayangan Jawa: Prabu Jungkung Mardeya, Raja Angkuh yang Tewas di Tangan Srikandi

JATENG.AKURAT.CO, Dalam dunia pewayangan Jawa, terdapat banyak tokoh yang mungkin kurang dikenal oleh masyarakat umum. 

Salah satunya adalah Prabu Jungkung Mardeya, seorang raja yang angkuh dan akhirnya menemui ajalnya di tangan Dewi Srikandi. 

Mari kita telusuri lebih dalam kisah tragis Prabu Jungkung Mardeya ini.

Asal-usul dan Kekuasaan Prabu Jungkung Mardeya

Prabu Jungkung Mardeya adalah putra dari Resi Dewangkoro. Sebelum menjadi raja, ia dikenal sebagai Raden Jungkung.

Berkat bimbingan dan kesaktian ayahnya, Raden Jungkung Mardeya tumbuh menjadi seorang kesatria yang sakti mandraguna.

Kesaktiannya ia gunakan untuk menaklukkan kerajaan seberang yang bernama Paranggubarjo, yang dipimpin oleh Prabu Joyo Sudargo.

Raden Jungkung berhasil mengalahkan Prabu Joyo Sudargo dan naik tahta menggantikannya. Ia kemudian bergelar Prabu Jungkung Mardeya.

Keangkuhan Prabu Jungkung Mardeya

Sayangnya, setelah menjadi raja, Prabu Jungkung Mardeya berubah menjadi sosok yang angkuh. 

Ia seringkali membanggakan kekuatannya yang diperoleh dari sang ayah. Keangkuhannya ini yang kemudian membawanya pada malapetaka.

Pertemuan dengan Dewi Srikandi dan Akhir Hayatnya

Dalam cerita pewayangan, Prabu Jungkung Mardeya muncul dalam lakon Bangun Taman Maerokoco.

Pada lakon tersebut, ia bersama ayahnya menjadi tokoh antagonis yang merusak taman Maerokoco.

Pada akhirnya, Prabu Jungkung Mardeya harus berhadapan dengan Dewi Srikandi. 

Dalam sebuah adu kesaktian memanah, keduanya saling melepaskan anak panah. 

Namun, anak panah Dewi Srikandi ternyata lebih kuat dan menembus leher Prabu Jungkung Mardeya, mengakhiri riwayat hidupnya yang angkuh.

Pesan Moral dari Kisah Prabu Jungkung Mardeya

Kisah Prabu Jungkung memberikan kita pelajaran berharga tentang pentingnya untuk tidak bersikap angkuh dan sombong.

Keangkuhan hanya akan membawa kita pada kehancuran.

Sebaliknya, kerendahan hati dan kesederhanaan akan membawa kita pada kebaikan dan keberkahan.

Prabu Jungkung Mardeya adalah salah satu tokoh pewayangan yang kurang dikenal, namun kisahnya memiliki pesan moral yang sangat kuat.

Mari kita belajar dari kisah tragis Prabu Jungkung untuk selalu menjaga diri dari sifat angkuh dan senantiasa bersikap rendah hati.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.