Fakta Unik: Kebaikan dari Pemilik PT Tiga Serangkai yang Melahirkan Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Pondok Pesantren Terbesar di Jawa Tengah

JATENG.AKURAT.CO, Jawa Tengah, tanah yang subur dengan keberagaman budaya dan tradisi, juga menjadi tempat bagi banyak pondok pesantren yang merupakan pusat pendidikan Islam tradisional.
Namun, di antara gemerlapnya pesantren-pesantren tradisional, terdapat sebuah lembaga pendidikan yang menyajikan nuansa yang berbeda: Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam.
Pondok pesantren di Jawa Tengah memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang mempertahankan tradisi dengan ketat, sementara yang lain lebih terbuka terhadap pengaruh-pengaruh modern.
Namun, Assalaam membedakan dirinya dengan sistem pembelajaran yang modern dan kompleks bangunan yang terlihat futuristik.
Baca Juga: Mendorong Perempuan Menuju Progresivitas: Peran Lida Nasrul Amanah dalam Gerakan Kohati
Berdiri sejak tahun 1985, Assalaam telah mengukir sejarahnya sendiri di tengah kemegahan pesantren-pesantren Jawa Tengah.
Dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektar di Sukoharjo, pondok pesantren ini menjadi bukti nyata dari kebaikan seorang tokoh bisnis terkemuka di Solo, mendiang Abdullah Marzuki, pemilik PT Tiga Serangkai.
Almarhum Abdullah Marzuki mewakafkan tanahnya tersebut demi pembangunan pondok pesantren yang kini menjadi cikal bakal Assalaam.
Saat diresmikan, lembaga ini masih belum memiliki reputasi sebagai pondok pesantren terbesar di Jawa Tengah. Namun, semangat untuk terus berkembang tidak pernah padam.
Pada suatu waktu, Yayasan Majelis Pengajian Surakarta (YMPIS) mengambil alih pengelolaan Assalaam.
Dan saat itulah, terjadi perubahan yang signifikan.
Dengan pembelian lahan seluas 38.600 meter persegi, Assalaam menjadi semakin luas dan memperkuat reputasinya sebagai pondok pesantren terbesar se-Jawa Tengah.
Menjadi terbesar bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang Assalaam dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan zaman.
Menyatu antara nilai-nilai tradisional Islam dengan kemajuan teknologi dan sistem pembelajaran modern, Assalaam membuktikan bahwa pesantren-pesantren di Jawa Tengah tetap relevan di era yang terus berubah ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Sosok Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



