5 Fakta Mengejutkan Sosok Pelaku Percobaan Penculikan Siswi SDN Pakintelan 02 Gunungpati Semarang

JATENG.AKURAT.CO, Warga Gunungpati, Kota Semarang, digegerkan oleh kasus percobaan penculikan seorang siswi kelas 6 SD Negeri Pakintelan 02 pada Jumat (15/8/2025).
Insiden ini menimbulkan kepanikan sekaligus keprihatinan, karena pelakunya ternyata bukan orang jauh, melainkan warga setempat berinisial SCS (29).
Kasus ini semakin menyita perhatian setelah polisi berhasil menangkap tersangka di rumahnya pada Kamis (21/8/2025) petang.
Baca Juga: Penculikan Anak di Gunungpati, Disdik Kota Semarang Perkuat SOP Pengamanan Lingkungan Sekolah
Dari hasil pemeriksaan, terkuak sejumlah fakta mengejutkan terkait sosok SCS yang mengagetkan warga sekitar.
Berikut lima fakta lengkap tentang pelaku percobaan penculikan yang kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.
1. Pelaku Warga Sekitar, Tinggal di Kelurahan yang Sama
Salah satu hal yang paling mengejutkan adalah bahwa SCS tinggal di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, sama seperti korban.
Fakta ini menimbulkan rasa tidak aman di kalangan warga, sebab ancaman ternyata datang dari lingkungan sendiri.
“Warga sama sekali tidak menyangka, karena pelaku orang sini sendiri,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran pelaku yang tinggal di dekat sekolah dan rumah korban membuat kasus ini semakin mengkhawatirkan, karena kemungkinan besar ia mengetahui kebiasaan anak-anak di wilayah tersebut.
2. Menggunakan Mobil untuk Modus Operasi
Peristiwa bermula saat korban, siswi berinisial H, berjalan pulang sendirian dari sekolah sekitar pukul 11.10 WIB di Jalan Krajan Raya, jalur yang relatif lengang.
Pelaku yang mengendarai mobil berwarna abu-abu berhenti di dekat korban.
Dengan modus pura-pura memperbaiki kendaraan, pelaku lalu mendekati korban dan secara paksa menariknya ke dalam mobil.
Di dalam mobil itulah korban mendapat ancaman serius.
3. Motif Utama: Kekerasan Seksual
Fakta lain yang lebih mengejutkan terungkap saat polisi melakukan interogasi.
Ternyata, tujuan SCS bukan sekadar menculik, tetapi juga melakukan kekerasan seksual.
“Korban dicabuli, motifnya cabul,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, pada Jumat (22/8/2025).
Meski korban berhasil melawan dan meloloskan diri, ia sempat mengalami tindakan cabul di dalam mobil.
Kondisi ini membuat polisi semakin serius dalam menangani kasus tersebut.
4. Seorang Pedofil dan Eksibisionis
Tak berhenti di situ, penyelidikan lebih lanjut membuka fakta lain yang membuat publik terkejut: SCS ternyata seorang pedofil sekaligus eksibisionis.
Polisi menemukan bahwa tersangka kerap melakukan aksi tidak senonoh dengan cara mempertontonkan alat kelaminnya kepada anak-anak saat duduk di atas motor.
“Berapa kali tersangka melakukan tindakan kekerasan seksual lainnya masih terus kami dalami,” tambah AKBP Andika.
Dengan latar belakang perilaku menyimpang ini, polisi meyakini SCS berpotensi sudah melakukan kejahatan serupa di masa lalu, meski korban yang melapor baru kali ini terungkap.
5. Ditangkap di Rumah, Disita Mobil dan Motor Sebagai Barang Bukti
Setelah menerima laporan dari orangtua korban, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan kendaraannya.
Tersangka akhirnya ditangkap di rumahnya di Pakintelan Gunungpati.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa mobil Ertiga dan sepeda motor Yamaha Nmax yang digunakan pelaku saat beraksi.
“Barang bukti sudah cukup menjeratnya, dan tersangka langsung kami tetapkan dengan pasal perlindungan anak,” tegas AKBP Andika.
Kondisi Korban: Luka Fisik dan Trauma Psikologis
Meski berhasil melarikan diri dengan cara membuka pintu mobil dan berlari, korban tetap mengalami luka di bagian wajah akibat cakaran.
Luka tersebut langsung ditangani secara medis.
Lebih dari itu, trauma psikologis juga masih membekas.
Pihak sekolah bekerja sama dengan Dinas Perlindungan Anak serta kepolisian untuk memberikan pendampingan psikologis.
“Kami terus melakukan pendampingan sampai detik ini. Alhamdulillah ananda H sudah bisa kembali masuk sekolah tiga hari setelah kejadian,” kata Kepala SDN Pakintelan 02, Slamet Hari Pambudi.
Respons Sekolah dan Warga: Perketat Pengawasan
Pasca insiden, pihak sekolah langsung memperketat pengawasan terutama saat jam pulang sekolah.
Guru diminta memastikan tidak ada lagi siswa yang berjalan sendirian.
Selain itu, rekaman kamera CCTV di sepanjang rute pulang korban juga telah diserahkan kepada kepolisian.
Ketua RT setempat berjanji akan menambah pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan warga.
Masyarakat pun diimbau agar lebih waspada, terutama dalam menjaga anak-anak agar tidak pulang sekolah sendirian.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




