Penculikan Anak di Gunungpati, Disdik Kota Semarang Perkuat SOP Pengamanan Lingkungan Sekolah

JATENG.AKURAT.CO, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang akan memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) pasca kasus percobaan penculikan siswi SDN Pakintelan 2, Kecamatan Gunungpati, belum lama ini.
Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menegaskan insiden tersebut menjadi perhatian serius dan harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun orang tua.
“Harus diperketat pengawasannya, dari sekolah dan orang tua,” ujarnya Jum'at (22/8/2025).
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Sosok Pelaku Percobaan Penculikan Siswi SDN Pakintelan 02 Gunungpati Semarang
Bambang menjelaskan, pengawasan terhadap anak setelah jam sekolah sangat penting.
Anak-anak diimbau langsung pulang ke rumah kecuali ada kegiatan resmi dari sekolah.
“Guru harus memastikan, misalnya anak-anak belajar kelompok atau bermain di rumah teman, sebaiknya ada izin dari orang tua terlebih dahulu,” imbuhnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar orang tua tetap berperan aktif dalam mengawasi anak, meskipun tidak selalu menjemput secara langsung.
Komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua dinilai penting untuk menjamin keamanan siswa.
“Jadi orang tua harus mengawasi juga. Misal biasanya tidak dijemput, ya dipastikan ke sekolah,” katanya.
Menurut Bambang, sebagian besar siswa SDN Pakintelan 2 tinggal tidak jauh dari sekolah.
Namun, kasus tersebut tetap menjadi bahan evaluasi.
Disdik pun berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memperkuat sistem pengawasan.
“Ke depan, akan dibuat SOP baru untuk memperkuat pengawasan. Pembinaan juga akan dilakukan di semua sekolah, bukan hanya di SDN Pakintelan 2,” tegasnya.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Sosok Pelaku Percobaan Penculikan Siswi SDN Pakintelan 02 Gunungpati Semarang
Terkait dukungan teknologi, hampir seluruh sekolah di Kota Semarang sudah dilengkapi kamera CCTV.
Pengadaan perangkat tersebut sebagian besar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“CCTV ini juga kami manfaatkan dalam proses penyelidikan terhadap kejadian di Pakintelan. Sudah kita serahkan ke pihak kepolisian,” pungkas Bambang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








