Reaksi Awal Scream 7: Kembalinya Sidney Prescott yang Brutal Namun Terbagi

JATENG.AKURAT.CO, Scream 7 akhirnya mendapatkan reaksi pertamanya dari penonton awal, dan hasilnya jauh dari kata seragam. Film horor yang sudah lama ditunggu-tunggu para penggemar franchise Scream ini mendapat respons yang sangat beragam — dari pujian atas adegan pembunuhan yang brutal dan penampilan Neve Campbell, hingga kritik tajam soal narasi yang dianggap lemah dan plot yang dinilai tidak lebih baik dari sinetron biasa.
Disutradarai oleh Kevin Williamson, sang penulis skenario orisinal franchise ini, Scream 7 menampilkan kembali Neve Campbell sebagai Sidney Prescott setelah absen di installment sebelumnya. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat mulai 27 Februari 2026. Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah Scream 7 benar-benar menjadi kebangkitan yang dibutuhkan franchise ini, ataukah ini justru menjadi babak paling lemah dalam sejarah panjang Ghostface?
Artikel ini merangkum seluruh reaksi awal yang sudah beredar dan mencoba memberikan gambaran yang seimbang sebelum kamu memutuskan apakah perlu menonton atau tidak.
Baca Juga: Donald Trump vs Robert De Niro: Babak Baru Perseteruan Panas Usai Pidato Kenegaraan
Scream 7: Tentang Apa Film Ini?
Scream 7 melanjutkan kisah Sidney Prescott, karakter ikonik yang sudah hadir sejak film pertama di tahun 1996. Kini Sidney digambarkan sedang menjalani kehidupan yang lebih tenang — jauh dari teror yang pernah ia alami berkali-kali. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Seorang pembunuh baru berkedok Ghostface muncul, dan kali ini, target utamanya adalah putri Sidney yang diperankan oleh Isabel May.
Keputusan untuk membawa kembali Sidney Prescott setelah Neve Campbell tidak hadir di Scream (2022) dan Scream VI (2023) karena perselisihan kontrak adalah salah satu poin yang paling banyak dibicarakan sejak film ini pertama kali diumumkan.
Bagi sebagian besar penggemar lama, Sidney adalah jantung dari franchise ini — dan ketidakhadirannya di dua film sebelumnya dianggap sebagai salah satu kelemahan terbesar dari kedua installment tersebut.
Sementara itu, Isabel May hadir sebagai wajah baru yang menghubungkan generasi lama dengan yang baru. Penonton awal tampaknya cukup sepakat bahwa penampilan May adalah salah satu hal yang berhasil dari film ini, meskipun penilaian mereka terhadap film secara keseluruhan jauh lebih terpecah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


