Event Vibes! Get The Fest 2024: Festival Seni dan Budaya Berkelanjutan yang Mengguncang Tebing Breksi dengan Energi Terbarukan!

JATENG.AKURAT.CO, Get The Fest kembali hadir tahun ini dengan semangat baru dan inovasi berkelanjutan yang unik!
Festival seni dan budaya yang digelar di lokasi spektakuler Tebing Breksi, Yogyakarta, pada 25-27 Oktober 2024 ini, menjadi sorotan tidak hanya karena hiburan luar biasa yang ditawarkannya, tetapi juga karena konsep keberlanjutannya yang mengagumkan.
Get The Fest 2024 adalah festival pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan energi terbarukan dari sampah plastik, sebuah langkah revolusioner yang menunjukkan komitmen nyata terhadap lingkungan.
Baca Juga: Event Vibes! OPEN MIC JATENG-DIY: Kembali Bangkitkan Tradisi Tawa, Guyub, dan Rukun di Semarang
Seni, Budaya, dan Keberlanjutan Menjadi Satu di Tebing Breksi
Tahun ini, Get The Fest mengusung tema keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga pada edukasi dan kesadaran lingkungan.
Tebing Breksi yang terkenal dengan keindahan pemandangan alamnya akan diubah menjadi panggung megah yang dikelilingi oleh instalasi seni yang menggunakan material daur ulang, menghadirkan pengalaman visual yang unik dan inspiratif.
Para pengunjung akan diajak untuk bersenang-senang sambil tetap menjaga lingkungan.
Mulai dari pertunjukan musik, permainan ramah anak, hingga pengalaman kuliner yang memadukan tradisi lokal dengan budaya urban, semuanya disajikan dengan konsep yang ramah lingkungan.
Get The Fest 2024 adalah perayaan seni dan budaya dengan sentuhan inovasi hijau yang berusaha menciptakan dampak positif terhadap lingkungan.
Festival Musik dengan Line-Up Artis Ternama
Salah satu daya tarik utama Get The Fest 2024 adalah deretan musisi ternama yang siap memeriahkan panggung selama tiga hari berturut-turut.
Para penonton akan dimanjakan dengan berbagai genre musik, mulai dari reggae, indie, folk, hip hop, hingga jazz.
Inilah jadwal penampilan artis yang akan mengguncang Tebing Breksi:
Hari 1 – 25 Oktober 2024
Babaloman: Membuka festival dengan irama reggae yang santai dan enerjik.
Cozy Republic: Siap mengajak penonton bergoyang dengan lagu-lagu hits reggae mereka.
Ismam Saurus: Menampilkan perpaduan musik eksperimental yang segar.
The Bauds: Menghadirkan musik indie rock dengan lirik-lirik yang penuh makna.
Ipank Hore-Hore: Menambah keceriaan dengan musik humor yang ceria dan interaktif.
Ras Rawon: Siap membawa nuansa reggae yang otentik.
Kudamai: Band ini akan menampilkan harmoni musik reggae dengan pesan-pesan perdamaian.
Daniel Rumbekwan: Menampilkan talenta lokal dengan sentuhan musik yang autentik.
Vikri and My Magic Friend: Penampilan yang penuh kejutan dan keajaiban.
Baca Juga: Event Vibes! Festival Malioboro 2024: Harmoni Seni dan Budaya dalam Gemerlap Pusat Yogyakarta
Hari 2 – 26 Oktober 2024
Ipang Lazuardi: Menyajikan lagu-lagu rock dengan lirik penuh semangat.
Jangar: Band rock indie dengan suara khas dan energi panggung yang luar biasa.
Bagava: Band pop yang sedang naik daun, siap menyajikan alunan musik yang menyentuh hati.
Sukatani: Menampilkan nuansa folk dengan lirik yang menghangatkan jiwa.
Tiger Paw: Band yang menggabungkan elemen rock dan reggae dengan energi yang menggelegar.
Sucka: Band ska yang selalu sukses memeriahkan suasana.
Soloensis: Membawa nuansa musik tradisional dengan sentuhan modern.
Jogja Hiphop Foundation: Menampilkan hip hop khas Jogja dengan lirik-lirik yang kritis dan penuh makna.
Hari 3 – 27 Oktober 2024
Pusakata: Membawa suasana melankolis dan damai dengan lagu-lagu folk yang syahdu.
Silampukau: Band indie folk ini akan menyajikan lagu-lagu naratif dengan lirik-lirik yang bercerita.
Trio Lesehan (Jason Ranti, Iksan Skuter, Bagus Dwi Danto): Penampilan kolaborasi spesial dari tiga musisi folk dengan gaya yang berbeda namun harmonis.
Dzawin Nur: Stand-up comedian yang akan memecahkan tawa di sela-sela pertunjukan musik.
Endah n Rhesa: Duo akustik ini siap menghadirkan suasana romantis dengan alunan gitar dan bass yang indah.
Nona Sepatu Kaca: Membawa keceriaan dengan musik pop folk yang catchy.
Rubah Di Selatan: Band indie folk yang dikenal dengan alunan musik mereka yang lembut dan penuh makna.
Denny Frust: Raja reggae Indonesia ini akan menutup festival dengan irama yang membawa kebahagiaan dan kedamaian.
Pengalaman Kuliner Ramah Lingkungan
Tidak hanya musik, Get The Fest 2024 juga menghadirkan pengalaman kuliner yang tak kalah menarik.
Para pengunjung bisa menikmati beragam makanan lezat yang disiapkan umkm dan vendor makanan yang menggunakan bahan organik dan ramah lingkungan.
Ada juga area khusus pasar lokal yang menawarkan produk-produk lokal Yogyakarta, dari hasil kerajinan tangan hingga makanan tradisional yang sulit ditemukan di tempat lain.
Setiap detail dalam festival ini dirancang untuk mendukung keberlanjutan, termasuk penggunaan peralatan makan yang bisa didaur ulang dan minim plastik.
Harga Tiket dan Cara Pembelian
Untuk Anda yang ingin bergabung dan menikmati keseruan festival ini, berikut detail harga tiket:
Hari 1 (25 Oktober 2024): Rp 45.000
Hari 2 (26 Oktober 2024): Rp 85.000
Hari 3 (27 Oktober 2024): Rp 85.000
Tiket Terusan 3 Hari: Rp 170.000
Tiket dapat dibeli secara online melalui platform artatix.co.id.
Dapatkan tiket Anda segera sebelum kehabisan, dan jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari acara yang menggabungkan hiburan dengan kesadaran lingkungan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








