Nguri-uri Budaya Jawa, BI Jateng Ajak Masyarakat Rawat Rupiah Lewat Pagelaran Wayang Orang

AKURAT.CO SEMARANG - Bank Indonesia Jateng bersama Kelompok Wayang Orang Ngesti Pandowo, menggelar Pagelaran Wayang Orang "Mbangun Suralaya” di Borsumy Heritage, Kawasan Kota Lama Semarang.
Selain 'nguri-uri' budaya Jawa, pentas wayang orang Bank Indonesia dengan WO Ngesti Pandowo tersebut, juga sarat akan muatan edukatif yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Semarang.
Gelaran wayang orang, dengan judul pagelaran Mbangun Suralaya tersebut, sebagai pengingat pentingnya sinergitas dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam membangun peradaban yang gemilang.
Baca Juga: HBKN Turut Dorong Akselarasi Ekonomi Jawa Tengah
Cerita besar pagelaran sejalan dengan pengejawantahan beragam sinergi program Bank Indonesia, bersama segenap stakeholders dalam membangun perekonomian Jawa Tengah yang solid.
Dalam pagelaran tersebut, jajaran Pimpinan Bank Indonesia dan perbankan Semarang yang tergabung dalam Badan Musyarawah Perbankan Daerah (BMPD) Semarang, turut unjuk kemampuan memerankan wayang orang bersama WO Ngesti Pandowo.
Hal ini menjadi salah satu cerminan tingginya engagement Bank Indonesia bersama segenap stakeholders daerah, khususnya BMPD Semarang dalam melangsungkan beragam program kerja secara kolaboratif.
Baca Juga: Jelang Laga vs PSIS Semarang, Pelatih Dewa United Waspadai Kembalinya Carlos Fortes
Selain mengangkat tema sinergi dan kolaborasi, Bank Indonesia juga menyampaikan edukasi mengenai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), sebagai salah satu wujud pembentukan karakter bangsa.
“Melalui pentas ini masyarakat kami ajak untuk senantiasa menjaga dan merawat Rupiah dengan baik, serta cermat membelanjakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di NKRI. Selain itu, masyarakat kami himbau untuk meningkatkan pemahaman dalam mengenali keaslian uang Rupiah“ ujar Rahmat Dwisaputra, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah.
Melalui media kultural pewayangan ini, diharapkan selain memelihara kesenian tradisional, juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, terhadap esensi merawat Rupiah sebagai identitas bangsa, serta semakin memperkuat sinergitas dan kolaborasi dalam membangun Jawa Tengah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini



