Jateng

Nguri-uri Budaya Jawa, BI Jateng Ajak Masyarakat Rawat Rupiah Lewat Pagelaran Wayang Orang

Theo Adi Pratama | 13 Agustus 2023, 21:24 WIB
Nguri-uri Budaya Jawa, BI Jateng Ajak Masyarakat Rawat Rupiah Lewat Pagelaran Wayang Orang

AKURAT.CO SEMARANG - Bank Indonesia Jateng bersama Kelompok Wayang Orang Ngesti Pandowo, menggelar Pagelaran Wayang Orang "Mbangun Suralaya” di Borsumy Heritage, Kawasan Kota Lama Semarang.

Selain 'nguri-uri' budaya Jawa, pentas wayang orang Bank Indonesia dengan WO Ngesti Pandowo tersebut, juga sarat akan muatan edukatif yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Semarang.

Gelaran wayang orang, dengan judul pagelaran Mbangun Suralaya tersebut, sebagai pengingat pentingnya sinergitas dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam membangun peradaban yang gemilang.

Baca Juga: HBKN Turut Dorong Akselarasi Ekonomi Jawa Tengah

Cerita besar pagelaran sejalan dengan pengejawantahan beragam sinergi program Bank Indonesia, bersama segenap stakeholders dalam membangun perekonomian Jawa Tengah yang solid.

Dalam pagelaran tersebut, jajaran Pimpinan Bank Indonesia dan perbankan Semarang yang tergabung dalam Badan Musyarawah Perbankan Daerah (BMPD) Semarang, turut unjuk kemampuan memerankan wayang orang bersama WO Ngesti Pandowo.

Hal ini menjadi salah satu cerminan tingginya engagement Bank Indonesia bersama segenap stakeholders daerah, khususnya BMPD Semarang dalam melangsungkan beragam program kerja secara kolaboratif.

Baca Juga: Jelang Laga vs PSIS Semarang, Pelatih Dewa United Waspadai Kembalinya Carlos Fortes

Selain mengangkat tema sinergi dan kolaborasi, Bank Indonesia juga menyampaikan edukasi mengenai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), sebagai salah satu wujud pembentukan karakter bangsa.

“Melalui pentas ini masyarakat kami ajak untuk senantiasa menjaga dan merawat Rupiah dengan baik, serta cermat membelanjakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di NKRI. Selain itu, masyarakat kami himbau untuk meningkatkan pemahaman dalam mengenali keaslian uang Rupiah“ ujar Rahmat Dwisaputra, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Melalui media kultural pewayangan ini, diharapkan selain memelihara kesenian tradisional, juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, terhadap esensi merawat Rupiah sebagai identitas bangsa, serta semakin memperkuat sinergitas dan kolaborasi dalam membangun Jawa Tengah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.