Jateng

Menjaga Laut, Mengalirkan Energi: Kisah 56 Tahun PTK yang Tak Pernah Berhenti Melayani Negeri

Afri Rismoko | 11 September 2025, 08:28 WIB
Menjaga Laut, Mengalirkan Energi: Kisah 56 Tahun PTK yang Tak Pernah Berhenti Melayani Negeri

JATENG.AKURAT.CO, Fajar baru mulai merekah di pelabuhan Kalimantan.

Di kejauhan, kapal tunda bertuliskan “PTK” tampak perlahan menarik kapal tanker menuju dermaga.

Tak banyak yang tahu, di balik pemandangan itu ada cerita panjang tentang dedikasi tanpa henti ribuan insan maritim yang telah menjaga denyut energi negeri selama lebih dari setengah abad.

Bagi mereka yang bekerja di laut, waktu tidak diukur dengan jam dinding, melainkan dengan pasang surut ombak dan arah angin.

Di situlah PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) meneguhkan jati dirinya selama 56 tahun — sebagai penjaga rantai pasok energi, pelayan negeri yang bekerja dalam senyap, dan kini siap berlayar lebih jauh dengan semangat baru:
“Handal Melayani Negeri, Expanding Beyond Borders.”

Dari Gelombang ke Gelombang: Perjalanan Panjang yang Tak Pernah Padam

Sejak berdiri lebih dari lima dekade lalu, PTK tumbuh dari perusahaan pelayaran nasional menjadi penyedia layanan maritim dan support vessels terdepan.

Dari Sabang hingga Merauke, armada PTK menjadi bagian dari denyut kehidupan energi Indonesia — memastikan kapal-kapal logistik, tanker, dan kargo dapat berlayar aman, tepat waktu, dan efisien.

Kini, di usia ke-56, PTK tidak lagi sekadar menjaga laut Indonesia, tapi juga menatap samudra global.

Transformasi bisnis dilakukan bukan untuk sekadar berkompetisi, tetapi untuk memastikan keberlanjutan.

Empat fokus utama ditetapkan: akselerasi transformasi bisnis, optimalisasi armada berbasis ESG, inovasi pengurangan emisi bahan bakar, serta ekspansi layanan maritim ke berbagai wilayah operasional.

Merayakan Usia, Menegaskan Misi

Bagi I Ketut Laba, Direktur Utama PTK, usia ke-56 bukan sekadar perayaan, tetapi momen refleksi dan penegasan misi.

“Merayakan ulang tahun ke-56 bukan hanya mengenang perjalanan panjang PTK, tetapi menegaskan komitmen kami untuk terus berinovasi dan memperluas kolaborasi,” ujarnya.
“Kami ingin hadir tidak hanya untuk mitra bisnis, tapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.”

Di tengah arus globalisasi dan perubahan iklim, PTK memilih untuk beradaptasi dengan keberanian dan kepedulian.

Armada-armada PTK kini mulai menerapkan sistem pemeliharaan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mengurangi emisi bahan bakar, dan memperkuat aspek keselamatan pelayaran dengan teknologi terkini.

Lebih dari Sekadar Bisnis: Sebuah Komitmen pada Kehidupan

Di atas geladak kapal, tak jarang para awak berbagi cerita tentang badai, tentang malam panjang di tengah laut, tentang rasa bangga ketika kapal yang mereka pandu berhasil bersandar aman di pelabuhan.

Cerita-cerita kecil itu menggambarkan makna besar dari slogan “Handal Melayani Negeri” — bukan sekadar kata, tapi janji yang dijalankan setiap hari.

Bagi PTK, melayani negeri berarti memastikan energi tetap mengalir ke seluruh pelosok, bahkan saat badai datang.

Dan kini, dengan semangat Expanding Beyond Borders, perusahaan siap melangkah lebih jauh ke ranah internasional.

Komisaris Utama PTK, Subagjo Hari Moeljanto, menegaskan bahwa keberlanjutan PTK adalah buah dari kerja keras seluruh insan perusahaan.

“Kami mendorong seluruh jajaran untuk menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Dengan fondasi kuat, PTK akan menjadi perusahaan maritim berkelas dunia yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.Sinergi yang Mengalirkan Kekuatan

Sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine and Logistics Pertamina, PTK bersinergi erat dengan PT Pertamina International Shipping (PIS).


Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, menilai PTK sebagai pilar penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi nasional.

“PTK memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan energi negeri. Kami berharap PTK terus memperkuat inovasi dan sinergi agar daya saing maritim Indonesia semakin diakui dunia,” ungkapnya.

Dari pandu laut hingga operator pelabuhan, dari teknisi mesin hingga kapten kapal, seluruh insan PTK kini bergerak dalam satu irama — membangun masa depan maritim yang berkelanjutan.

56 tahun bukan waktu yang singkat. Dalam setiap gelombang, PTK belajar arti ketangguhan; dalam setiap pelayaran, mereka menemukan makna pengabdian.
Kini, di tengah arus globalisasi dan tuntutan keberlanjutan, PTK memilih untuk tidak hanya menavigasi laut, tetapi juga menavigasi masa depan.

“PTK tidak sekadar perusahaan pelayaran,” ujar Ketut Laba menutup sambutannya dalam peringatan HUT di Jakarta.

“Kami adalah bagian dari perjalanan bangsa — yang memastikan energi tetap mengalir, kehidupan tetap bergerak, dan laut tetap hidup untuk generasi berikutnya.”

Dan seperti laut yang tak pernah berhenti bergelombang, semangat PTK pun tak akan pernah padam.

Karena di setiap ombak yang memecah di haluan kapal, tersimpan satu pesan abadi:

Bahwa melayani negeri bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A