Kemendikdasmen Luncurkan Rumah Pendidikan, Harapannya Jadi Solusi Layanan Informasi Terintegrasi

JATENG.AKURAT.CO, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) meluncurkan aplikasi layanan digital Rumah Pendidikan.
Platform ini terintegrasi untuk layanan pendidikan Ruang Inovasi Rumah Pendidikan sebagai pusat kolaborasi dan inovasi teknologi pendidikan.
Rumah Pendidikan dibuat untuk mengintegrasikan berbagai layanan digital pendidikan.
Baik dari jenjang pendidikan usia dini, dasar dan menengah baik formal maupun non formal.
"Rumah Pendidikan ini adalah rumah baru yang memang diambil dari budaya yang kami bangun di kementerian di mana kita berusaha untuk menjadikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini sebagai rumah pendidikan dan layanan publik yang ramah," kata Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti.
Baca Juga: Kemendikdasmen Terbitkan Surat Edaran Libur Ramadhan, Tidak Ada Libur Sekolah Sebulan Full
Ada delapan fitur utama yang terdapat dalam aplikasi tersebut. Ruang GTK, Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, Ruang Publik dan Ruang Orang Tua.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti, Cetak Biru Rumah Pendidikan ini menawarkan solusi integrasi layanan digital pendidikan melalui aplikasi. Saat ini, aplikasi bisa diunduh lewat Play Store atau App Store.
"Rilis versi beta atau awal dari super aplikasi Rumah Pendidikan yang dapat diakses lewat laman rumahpendidikan.co.id atau dapat diunduh lewat aplikasi android atau IOS di Play Store dan App Store," tutur Suharti.
Dicontohkan Suharti, untuk ruang utama yang meliputi ruang GTK untuk pengembangan karier dan kompetensi guru, ada ruang murid untuk menyediakan akses untuk pembelajaran dan evaluasi murid.
Kemudian ada ruang sekolah untuk pengelolaan sumber daya pendidikan.
Ada juga ruang bahasa fokus yang pada pelestarian, pengajaran bahasa serta ruang pendukung yang terdiri dari ruang pemerintah untuk mendukung analisis data.
Untuk ruang mitra untuk penguatan kolaborasi antar sektor, ruang publik untuk mendorong masyarakat dan orang tua memperkuat peran orang tua.
Dampak Penerapan Rumah Pendidikan
Dengan diintegrasikannya layanan digital pendidikan ini, maka 986 aplikasi yang sebelumnya berdiri sendiri menjadi satu aplikasi. Sebanyak 98 juta masyarakat pun berpotensi mendapatkan kemudahan lewat aplikasi.
Selain itu, anggaran pengembangan aplikasi kini lebih hemat 60%. Suharti berharap guru dan siswa bisa semakin mudah mengakses kebutuhan belajar dan mengajar lewat Rumah Pendidikan ini.
"Kami berharap lewat peluncuran ini bisa membawa perubahan besar dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia dan semoga transformasi ini menjadi tonggak penting di dalam sistem pendidikannya lebih inovatif," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




