Jateng

Tim Pengabdian UNNES Peduli Pendidikan Anak Pekerja Migran Indonesia di Hongkong, Sosialisasikan Pentingnya Investasi Pendidikan

Arixc Ardana | 28 Juli 2025, 15:55 WIB
Tim Pengabdian UNNES Peduli Pendidikan Anak Pekerja Migran Indonesia di Hongkong, Sosialisasikan Pentingnya Investasi Pendidikan

JATENG.AKURAT.CO, Tingginya laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai 281,2 juta jiwa pada tahun 2024, sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), berdampak langsung pada keterbatasan akses lapangan pekerjaan di dalam negeri.

Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat Indonesia memilih bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Salah satu negara tujuan utama adalah Hongkong, dengan jumlah PMI yang tercatat sebanyak 3.848 orang, berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) tahun 2024.

Baca Juga: Cari Film Baru yang Seru? Cek Dulu Jadwal Film Bioskop di Kota Semarang Hari Ini Senin 28 Juli 2025

Namun, fenomena migrasi ini menyisakan persoalan lain yang tak kalah penting, terutama terkait pengasuhan dan pendidikan anak-anak PMI.

Banyak dari mereka tumbuh tanpa pendampingan langsung dari orang tua, terutama ibu, yang bekerja sebagai PMI.

Akibatnya, anak-anak PMI rentan mengalami penurunan capaian akademik dan kurangnya dukungan emosional.

Selain permasalahan pendidikan, tantangan lain yang dihadapi PMI adalah pengelolaan keuangan pribadi.

Berdasarkan data dari Lembaga Survei Demografi dan Kesehatan (LSDK), tercatat sekitar 60% PMI memiliki kemampuan pengelolaan finansial yang rendah, seperti gaya hidup konsumtif, minimnya tabungan pendidikan, serta remitansi yang cenderung menurun.

Berangkat dari kenyataan ini, Tim Pengabdian UNNES yang terdiri dari Wahid Akhsin Budi NS, S.Pd., M.Sc., dan Drs. Sunyoto, M.Si., melaksanakan program pengabdian internasional yang didanai melalui Dana Penunjang Akademik (DPA) UNNES tahun 2025

Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hongkong yang dipimpin oleh Ebta Dwi Anggaaini.

Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juli 2025 di Victoria Park, Causeway Bay, Hongkong, dan diikuti oleh lebih dari 20 PMI yang tergabung dalam PCIA Hongkong.

Dalam sesi pengabdian tersebut, tim menyampaikan materi tentang pentingnya investasi pendidikan dan berbagai jalur masuk ke perguruan tinggi yang dapat diakses oleh anak-anak PMI.

Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juli 2025 di Victoria Park, Causeway Bay, Hongkong, dan diikuti oleh lebih dari 20 PMI yang tergabung dalam PCIA Hongkong.

Dalam sesi pengabdian tersebut, tim menyampaikan materi tentang pentingnya investasi pendidikan dan berbagai jalur masuk ke perguruan tinggi yang dapat diakses oleh anak-anak PMI.

“Investasi pendidikan harus mulai direncanakan sejak dini. Tabungan pendidikan adalah salah satu instrumen sederhana namun sangat berarti untuk masa depan anak-anak kita,” tegas Wahid dalam paparannya.

Respon peserta pun cukup positif. Beberapa di antaranya mengaku mulai menyadari pentingnya alokasi keuangan untuk pendidikan anak, dan akan segera memulai dengan membuka tabungan pendidikan serta mencoba bentuk investasi lainnya.

“Saya baru menyadari bahwa ada jalur kuliah yang bisa diakses anak saya nanti. Selama ini saya hanya fokus kerja dan kirim uang. Setelah kegiatan ini, saya ingin lebih fokus untuk masa depan pendidikan anak,” tutur Nur Hidayati, salah satu PMI peserta kegiatan.

Selain edukasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi UNNES dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Sebagai penutup, Tim Pengabdian UNNES juga menyampaikan laporan kegiatan ini kepada KJRI Hongkong sebagai langkah membangun jejaring internasional dan membuka peluang kerja sama lebih luas antar institusi pendidikan dan komunitas PMI di luar negeri.

***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.