Peran Nyata Mahasiswa Unnes, Ajukan Kajian Strategis Soal Penerangan Jalan di Gunungpati

JATENG.AKURAT.CO, Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan kajian strategis penerangan jalan di wilayah Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Hal ini adalah peran nyata untuk memberikan kontribusi ke masyatakat.
Kondisi minimnya penerangan jalan di kawasan Gunungpati, khususnya di sekitar Universitas Negeri Semarang (UNNES), kini tak lagi disuarakan hanya di ruang diskusi kampus.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (ADKESMA) BEM KM UNNES secara langsung menyuarakan keresahan ini dalam audiensi resmi bersama Sekretariat Daerah (SETDA) Kota Semarang pada Senin, 26 Mei 2025.
Audiensi yang berlangsung di ruang pertemuan Sekda ini dibuka oleh Alifkha, selaku Menteri ADKESMA BEM KM UNNES.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa isu penerangan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan hak atas ruang publik yang layak bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Kami tidak datang hanya membawa keluhan, tapi juga membawa data, kajian, dan solusi yang konkret. Kegelapan di sekitar UNNES bukan hanya membuat tidak nyaman, tapi juga mengancam keselamatan mahasiswa, terutama yang pulang malam dari kampus atau kegiatan organisasi,” tegas Alifkha selaku Menteri ADKESMA BEM KM UNNES 2025 saat membuka diskusi, Rabu (28/5/2025).
Setelah sambutan, giliran Zacki, Ketua Tim Kajian, yang memaparkan latar belakang sekaligus urgensi permasalahan.
Kajian yang mereka bawa bertajuk “Gunungpati sebagai Kawasan Pendidikan: Evaluasi dan Reformulasi Sistem Penerangan Jalan”, disusun dari hasil angket, observasi lapangan, dan analisis multidisipliner.
“Kami temukan bahwa lebih dari 70 persen mahasiswa merasa tidak aman ketika melintasi jalan-jalan gelap di kawasan Gunungpati. Ini bukan asumsi, ini fakta. Kondisi ini memengaruhi psikologis, membatasi aktivitas malam hari, meningkatkan risiko kecelakaan, dan bahkan berdampak pada roda ekonomi warga sekitar,” ujar Zacki.
Usai pemaparan latar belakang, Radit, selaku Direktorat Jenderal Kesejahteraan Mahasiswa ADKESMA BEM KM UNNES, menyampaikan tiga poin strategis yang ditawarkan kepada pemerintah kota.
“Kami merekomendasikan pemasangan dan perbaikan lampu jalan di titik-titik rawan gelap, pemanfaatan lampu tenaga surya sebagai solusi yang efisien dan ramah lingkungan, serta pengoptimalan aplikasi ‘Lapor Semar’ sebagai alat pelaporan dan pemantauan infrastruktur secara digital,” papar Radit.
Sebagai penutup, Aurel, Anggota Tim ADKESMA BEM KM UNNES lainnya, menegaskan bahwa audiensi ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk keseriusan mahasiswa dalam membangun sinergi dengan pemerintah.
“Kami berharap tidak hanya didengar, tapi juga dilibatkan dalam proses pengawalan. Gunungpati layak jadi kawasan pendidikan yang aman dan nyaman, bukan kawasan yang gelap dan mengintimidasi,” ucap Aurel.
Menanggapi hal tersebut, Ryan Afif, Kepala Bagian Hukum dan Perancang Setda Kota Semarang, memberikan respon yang positif. Ia mengapresiasi kajian yang dibawa mahasiswa dan menyebut bahwa policy brief yang dikirim sebelumnya telah dibaca dan langsung ditindaklanjuti.
“Policy brief yang dikirim oleh Mas Reza sudah saya baca dan langsung saya koordinasikan dengan Kepala Bidang Tata Usaha dan Dinas Perumahan dan Permukiman. Saat ini, disposisi sudah diterbitkan dan proses tindak lanjut tengah berjalan.”
Ia juga menyinggung bahwa aplikasi “Lapor Semar” sebenarnya memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam hal User Acceptance dan User Experience. Pemerintah tengah menyiapkan pengembangan aplikasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tak hanya soal penerangan, isu lain juga diangkat dalam audiensi. Mulai dari polusi asap BRT Trans Semarang, persoalan banjir di kawasan Semarang bawah yang ditangani dengan optimalisasi pompa jalan, hingga pengelolaan sampah yang masuk dalam program 100 hari kerja Pemerintah Kota Semarang.
Menutup pertemuan, Ryan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim ADKESMA BEM KM UNNES.
“Policy brief ini menjadi bahan refleksi sekaligus titik balik yang positif bagi pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kepedulian terhadap infrastruktur di Kota Semarang. Kami terbuka untuk kolaborasi lanjutan,” tutupnya.
Audiensi ini membuktikan bahwa suara mahasiswa bukan hanya gema di dalam kelas, tapi juga mampu menembus dinding birokrasi.
Kini, masyarakat menanti: akankah janji pemerintah benar-benar menerangi jalanan Gunungpati?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal










