Jateng

Melalui Teknologi Tepat Guna Pakan Mandiri, Tim Pengabdian Unnes Optimalkan Budidaya Lele di Pokdakan Mina Lancar

Arixc Ardana | 29 November 2023, 17:13 WIB
Melalui Teknologi Tepat Guna Pakan Mandiri, Tim Pengabdian Unnes Optimalkan Budidaya Lele di Pokdakan Mina Lancar

AKURAT.CO SEMARANG, Tim pengabdian dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang terdiri dari  Dr. Karnowo,  S.T., M.Eng., Kusumantoro, S.Pd., M.Si., dan Talitha Widiatningrum, Ph.D, melakukan pendampingan budidaya lele melalui teknologi tepat guna (TTG) di Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Penerapan teknologi tepat guna, yang diterapkan tim pengabdian Unnes tersebut, berupa optimalisasi budidaya lele melalui fasilitasi, serta pendampingan pembuatan alat pakan apung mandiri.

Hasilnya, dengan penerapan teknologi tepat guna dari tim pengabdian Unnes tersebut, peternak dapat memproduksi pakan mandiri sehingga dapat mengurangi biaya pakan mencapai 25 persen.

Baca Juga: Kaji Patologi Sosial, Mahasiswa UNNES Observasi di FKPT Jateng

Sasaran mitra dalam TTG kali ini adalah Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Lancar dengan komoditas lele jenis mutiara, piton dan sangkuriang.

Penerapan teknologi tepat guna dalam budidaya lele konsumsi, diawali dengan sosialisasi serta pelatihan oleh Dr. Karnowo, M.Eng bagi anggota Pokdakan Mina Lancar.

"Pelatihan tersebut terkait pemanfaatan TTG pembuatan pakan mandiri, serta penyusunan SOP formulasi untuk pembuatan pakan mandiri," papar Karnowo.

Penerapan TTG ini menjadi respon atas persoalan yang dihadapi para peternak, sebab beban pakan ikan mencapai 80 persen dari biaya produksi budidaya lele konsumsi.

 

Tahapan selanjutnya berupa fasilitasi alat pembuat pakan apung, sebagai bentuk realisasi optimalisasi budidaya lele yang dilakukan oleh Pokdakan Mina Lancar.

Fasilitasi alat pembuat pakan didesain oleh Dr. Karnowo, M.Eng beserta tim, dengan kapasitas 25kg bahan baku.

Baca Juga: Dosen Unnes Raih Penghargaan Academic Leader Bidang Pendidikan dari Kemenristek

"Dalam pembuatan pakan mandiri ini, paternak dapat memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar Plalangan, seperti telur gagal sortir," lanjutnya.

Setelah dilakukan fasilitasi alat, selanjutnya akan dilakukan pendampingan kelompok mitra binaan.

“Tidak hanya fasilitasi, tetapi juga pendampingan berupa maintenance alat serta penerapan SOP formulasi pembuatan pakan” ujar Karnowo.

Selain melakukan optimalisasi budidaya melalui penerapan TTG dan formulasi pembuatan pakan mandiri, tim pengabdian juga melakukan pengembangan kelembagaan Pokdakan Mina Lancar menjadi rintisan bisnis pakan mandiri.

Harapannya, pengabdian ini mendorong kemandirian kelompok dalam budidaya ikan lele konsumsi.

"Seluruh kegiatan tersebut, merupakan program pengabdian dosen yang didanai oleh DIPA UNNES Tahun 2022," tambahnya.

Ketua Pokdakan Mina Lancar, Mukhlis, menyambut baik kegiatan pendampingan yang dilakukan tim pengabdian dosen UNNES.

Menurutnya, dengan pembuatan pakan mandiri, pihaknya dapat mengurangi beban produksi bagi pembudidaya, yang selama ini memiliki ketergantungan terhadap pakan pabrikan.

Baca Juga: UNNES dan Djarum Foundation Tanam 3.500 Bibit Pohon di Gunung Ledek, Buktikan Komitmen Dalam Bakti Lingkungan

“Setidaknya, dengan memproduksi pakan mandiri dapat mengurangi biaya pakan mencapai 25%” ujarnya.

Pihaknya pun berharap dengan pendampingan yang dilakukan tim dosen UNNES, hasil budidaya ikan lele yang mereka lakukan bisa terus berkembang.

"Termasuk bisa meningkat dari segi kualitas dan kuantitas produksi ikan lele," pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.