OMBAKNYA BIKIN MERINDING! Ini Alasan Pantai Plengkung Disebut G-Land, Surga Surfing Terbaik Setelah Hawaii!

JATENG.AKURAT.CO, Pernah dengar nama G-Land? Sebutan ini bukan sekadar nama keren, tapi punya banyak cerita di baliknya.
G-Land adalah julukan untuk Pantai Plengkung di Banyuwangi, yang terkenal dengan ombak kelas dunianya.
Nama "G" sendiri punya banyak arti, mulai dari Grajagan (nama teluk di dekatnya), Great (karena ombaknya luar biasa), hingga Green (karena dikelilingi hutan hijau).
Yang pasti, garis pantai yang melengkung seperti huruf G semakin menguatkan nama ini.
G-Land bukan cuma jadi kebanggaan Indonesia, tapi juga destinasi impian para peselancar dunia. Penasaran kenapa ombaknya bisa sehebat itu?
Ombak Terbaik Kedua Setelah Hawaii
Ombak di Pantai Plengkung punya karakteristik unik: panjang, tinggi, dan konstan.
Gulungannya bisa mencapai tujuh kali dalam satu hentakan, dengan ketinggian antara empat hingga delapan meter.
Ombak yang cepat dan padat ini terbentuk berkat arus dingin dari Antartika yang terbawa Samudera Hindia dan bentuk teluk yang melengkung sempurna.
Karena kualitas ombaknya yang legendaris, G-Land sering jadi tuan rumah kompetisi surfing internasional.
Waktu terbaik untuk datang adalah antara Juli hingga September, saat ombak sedang tinggi-tingginya dan cuaca cerah.
Cara Menuju G-Land
Perjalanan menuju G-Land memang butuh perjuangan, tapi dijamin worth it! Ada dua cara utama untuk ke sana:
Lewat Darat: Dari kota Banyuwangi, butuh sekitar 2 jam perjalanan menuju kawasan Alas Purwo. Dari Pos Pancur, kamu bisa berjalan kaki 9 km atau naik kendaraan khusus.
Lewat Laut: Kamu bisa naik speedboat dari Pantai Grajagan (sekitar 1-2 jam) atau dari Kuta, Bali (sekitar 3,5 jam).
Jadi, kalau kamu butuh liburan yang penuh tantangan sekaligus menikmati keindahan alam yang masih alami, Pantai Plengkung G-Land adalah jawabannya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal






