Tempat Bukber Asyik: 4 Rekomendasi Cafe Lokal di Kota Semarang, Nikmati Suasana Buka Puasa dengan Nuansa Jadul

JATENG.AKURAT.CO, Ada Nih Tempat Bukber Asyik, Simak Rekomendasi Cafe Lokal di Kota Semarang, Nikmati Suasana Buka Puasa dengan Nuansa Jadul.
Di era modern ini banyak coffee shop hadir dengan ciri khas dan keunikan masing-masing.
Selain menyajikan menu kopi dan camilan, arsitektur dan juga konsep dari sebuah cafe lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Baca Juga: Kuliner Modern dengan Sentuhan Lokal, Begini Asyiknya Buka Bersama di Silverspoon
Dari beberapa konsep yang ada, Nuansa Jadul dan estetik menjadi hal yang disukai oleh pengunjung.
Konsep Jaman Dulu atau Jadul, dengan printilan barang-barang kuno di dalamnya atau konsep retro yang menarik dengan nuansa yang lebih berwarna.
Berikut Ini 4 Pilihan Cafe Lokal di Kota Semarang dengan Nuansa Jadul yang Cocok buat Tempat Buka Puasa Bersama.
1. Warkop Soemini
Cafe yang berkonsep klasik ini berlokasi di Jl Setia Budi No 52, Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang letaknya persis di sebelah Alfamart.
Warkop Soemini buka mulai pukul 16.00 - 00.00 WIB. Kafe ini berada di lantai atas ada ruangan indoor dan juga outdoor.
Bila anda ingin bersantai bisa pilih tempat outdoor ditemani udara segar dan pemandangan jalanan pada malam hari.
Namun jika ingin bercengkrama dengan nyaman dengan teman anda bisa memilih ruangan indoor ditemani aneka pernak-pernik yang klasik di dalamnya.
Untuk menu yang tersedia di Warkop Soemini yang terkenal ada kopi butter, kopi susu kopisop, dan teh tarik,
sedangkan menu makanan yang wajib dicoba adalah nasi ayam lada hitam, roti kaya bakar dan juga kue cubit dengan harga kaki lima.
2. Toko Merekah
Konsep Jadul kedai kopi yang satu ini memang nik, seperti warung kopi pada tahun 80 an.
Kedai merekah ini juga sudah sempat viral di sosial media beberapa waktu sebelumnya.
Dengan konsep yang unik dan berbeda sehingga banyak orang tertarik untuk minum kopi dengan nuansa Jadul disana.
Lokasi dari kedai kopi merekah berada di komplek Stadion Diponegoro, tepatnya di samping Toko Buku Al munawar, buka mulai pukul 16.00 - 23.00 WIB.
Sangat cocok buat nongkrong sore hari sambil melepas penat setelah bekerja seharian.
Jangan lupa mencoba kopi butter dan es binarnya yang nikmat dan menyegarkan.
Sambil menikmati kopi dan roti bakarnya pengunjung juga dapat membaca novel maupun komik yang ada di toko buku sebelahnya.
3. Kedai Tinem
Kedai kopi ini masih berada di daerah Banyumanik, dekat dengan patung kuda Undip tepatnya di Jl Ngesrep Timur, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Tampak dari luar Kedai Tinem memiliki bangunan yang khas dengan nuansa klasiknya.
Untuk menu yang khas dari Kedai Tinem adalah indomie rebus dengan bumbu yang otentik disantap bersama kopi susu
atau kopi butternya yang juga mantul rasanya atau Soda Gembiranya yang menyegarkan tenggorokkan.
Tak hanya itu kaya butter toast dari Kedai Tinem juga patut dicoba untuk menu makanan manisnya.
Berada di dekat kawasan kampus menu yang ada di Kedai Tinem tentunya juga sangat ramah untuk mahasiswa, tak heran jika kedai ini sangat ramai menjadi tongkrongan bagi mahasiswa.
4. Kopi Gethe
Kedai kopi yang memberikan suasana seperti rumah adalah Kafe Gethe, berlokasi di jl Sekayu Masjid, Jl Sekayu Raya, kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.
Masih dalam rangkaian tempat yang klasik cangkir dan piring juga berkonsep klasik.
Lokasinya juga merupakan hidden gem masuk ke dalam gang yang cukup sulit dilalui oleh mobil.
Untuk menu yang spesial dari ada wedangan rempah dan the tarik yang menjadi primadona bagi penggemar. Selain itu ada juga aneka macam gorengan dan juga makanan.
Bagi anda yang akan berkunjung ke Kafe Gethe Ini, harap untuk bersabar menunggu pesanan anda untuk datang, karena yang memasak hanya satu orang.
Tetapi anda dapat menunggu pesanan datang sambil menikmati suasana kafe Gethe atau bercengkrama dengan teman anda.
Itulah Ulasan tentang 4 Pilihan Cafe Lokal di Kota Semarang dengan Nuansa Jadul yang Cocok Buat Tempat Bukber. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








