Mau Main ke Pantai Bandengan? Jangan Lupa Bawa 5 Oleh-Oleh Khas Jepara Berikut Ini

JATENG.AKURAT.CO, Mau Main ke Pantai Bandengan? Jangan Lupa Bawa 5 Oleh-Oleh Khas Jepara Berikut Ini.
Jepara yang jadi kota kelahiran Ibu Kartini menyimpan potensi wisata yang menarik loh, lur! Kamu bisa temukan dan eksplorasi mulai dari wisata alam, budaya, hingga sejarahnya.
Selain itu, Jepara juga memiliki oleh-oleh khas Jepara yang menarik untuk dibawa pulang, khususnya jika kamu senang menikmati camilan.
Kebanyakan oleh-oleh khas Jepara memang hadir dalam bentuk makanan ringan yang akan membuat kamu sibuk mengunyah.
Apalagi kalau kamu sedang berlibur ke Jepara untuk main ke Pantai Bandengan atau Pantai Kartini. Paling asyik bawa jajanan khas Jepara ini.
Inilah 5 Oleh-Oleh Khas Jepara yang Bisa Kamu Bawa Pulang atau Teman Berlibur.
- Carang Madu
Carang memiliki arti sarang, jadi carang madu adalah sarang madu.
Bisa dibilang carang madu adalah jajanan yang berbentuk berupa sarang dan memiliki rasa manis seperti madu.
Penganan ini terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula.
Dahulu, makanan ini hanya dikonsumsi oleh keturunan Tionghoa di Jepara.
Namun seiring berjalannya waktu, carang madu diadopsi oleh masyarakat Jawa dan dijadikan hidangan khusus sebagai bagian dari berbagai acara hajatan.
Kamu pun bisa dengan mudah menemukannya di berbagai toko pusat oleh-oleh Jepara.
- Kacang Oven
Jepara punya kacang yang unik, namanya kacang Oven alias Kacang Jepara. Apa sih keunikannya?
Ternyata, Kacang Jepara ini sebelum digoreng menggunakan pasir, direbus terlebih dahulu dan dibumbui dengan bawang putih dan merah, ketumbar, serta jinten hitam.
Campuran bumbu ini menghasilkan cita rasa gurih yang dijamin membuat kamu ketagihan.
Nah, buat kamu yang lebih suka kacang manis tersedia juga Kacang Jepara varian rasa manis. Harganya pun cukup terjangkau, hanya dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga Rp30.000.
- Turuk Bintol
Mungkin namanya makanan ini terdengar aneh dan tabu. Tapi sebenarnya ini adalah jajanan yang sudah lama ada di Jepara.
Turuk bintol dibuat dari bahan baku ketan yang dicampur dengan kacang tolo dengan cara dikukus.
Secara umum, jajanan ini memang memiliki bentuk bulat dengan warna putih, kemudian diberi tambahan taburan kacang tolo.
Oleh karena itu, bentuk yang dihasilkan akan seperti orang terkena bentol-bentol atau bintik-bintik.
Jajanan ini memiliki rasa yang tak kalah nikmat dengan jajanan tradisional lainnya atau bahkan makanan cepat saji.
Untuk menikmati jajanan ini, biasanya agar lebih nikmat, orang-orang akan makan dengan ditemani segelas teh hangat.
- Kerupuk Tenggiri
Jepara merupakan sebuah kabupaten di pesisir utara Pulau Jawa. Kondisi geografis ini membuat Jepara kaya akan hasil laut.
Hasil laut Jepara tidak hanya diolah menjadi ikan bakar, tetapi juga menjadi makanan lainnya seperti kerupuk.
Salah satu kerupuk dari olahan laut yang bisa kamu coba adalah kerupuk tenggiri.
Cara pembuatannya adalah dengan mencampurkan daging tenggiri pada adonan tepung tapioka dan bumbu berupa bawang, garam, dan gula.
Kerupuk ini tergolong mudah ditemukan, salah satunya kamu bisa datang ke pasar-pasar tradisional di kawasan Pengkol atau toko oleh-oleh.
- Krupuk Bawang
Selain kerupuk tenggiri, Jepara juga punya kerupuk khas lainnya. Kuliner kerupuk khas Jepara ini adalah kerupuk bawang.
Kamu mungkin sudah cukup familiar dengan kerupuk yang satu ini. Namun, kerupuk bawang Jepara berbeda dengan kerupuk bawang dari daerah lain.
Di Jepara, kerupuk bawang juga punya cita rasa khas laut karena diberi sedikit kaldu ikan.
Agar lebih awet untuk dijadikan oleh-oleh, sebaiknya kamu membeli kerupuk bawang yang masih mentah.
Biasanya, harga kerupuk bawang Jepara mentah sekitar Rp40.000 per kilonya
Itulah ulasan tentang 5 Oleh-Oleh Khas Jepara yang Bisa Kamu Bawa Pulang atau Teman Berlibur. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal










