Jateng

Jarang Diketahui, Ini 6 Kuliner Khas Jepara yang Namanya Unik dan Rasanya Asyik

Afri Rismoko | 1 Mei 2024, 07:48 WIB
Jarang Diketahui, Ini 6 Kuliner Khas Jepara yang Namanya Unik dan Rasanya Asyik

AKURAT.CO JATENG - Jarang Diketahui, Ini 6 Kuliner Khas Jepara yang Namanya Unik dan Rasanya Asyik. 

Meskipun tak setenar kota Kudus dan Semarang dari segi kuliner, tapi di Jepara ada lho kuliner yang bercitarasa enak dan namanya juga unik.

Kuliner ini bisa anda temui jika anda berlibur ke Kabupaten Jepara. Beberapa memang sudah jarang ditemui, ada harus sedikit blusukan ke pasar atau warung untuk dapat menemui kuliner unik tersebut.

Baca Juga: Penemuan Prasasti di Candi Angin Keling Jepara, Bertuliskan Hukum Larangan Berpoligami Bagi Kaum Pria

Nah apa saja 6 Kuliner Khas Jepara yang Namanya Unik dan Rasanya Asyik. Simak daftar berikut.

  1. Bongko Mento

Sekilas, tampilan makanan khas Jepara Bongko Mento ini memang terlihat mirip dengan pepes karena dibungkus dengan daun pisang. Namun isinya sangat berbeda yakni berupa campuran suwiran ayam, mie soun, jamur, dan santan.

Cara memasaknya juga cukup mudah, yakni ketika adonan telah dibungkus rapi kemudian dikukus hingga daun pisangnya layu. Aroma dari daun pisang ini menambah nikmat dan biasanya Bongko Mento digunakan sebagai lauk saat makan.

  1. Moto Belong

Sesuai dengan namanya, jajanan tradisional ini memiliki tampilan yang mirip dengan mata melotot sehingga disebut Moto Belong. 

Bahan utamanya Adalah singkong yang diparut kemudian dibentuk bundar dan ditambahkan isian pisang di tengahnya. Rasanya yang manis itu ditambahkan parutan kelapa untuk memperkaya tekstur dan rasa gurih.

Baca Juga: Tahukah Kamu? Kawasan Karimunjawa Jepara Ditetap oleh UNESCO Sebagai Cagar Biosfer

  1. Opor Panggang

Jika di daerah lain umumnya Anda menemukan opor yang dimasak dengan ayam yang direbus bersama kuah, di Jepara cukup berbeda. Karena daging ayam justru dipanggang sehingga memberikan aroma dan tekstur yang khas dan unik.

Daging yang digunakan adalah daging ayam kampung, setelah dibakar maka akan dimasak bersama dengan kuahnya di kuali tanah liat. Ditambah dengan bumbunya yang menyegarkan seperti santan, daun jeruk, kemiri, dan rempah lain yang membuat hidangan ini begitu menggoda

  1. Turuk Bintol

Lebih spesifik, sebenarnya Turuk Bintol berasal dari Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Jajanan ini dibuat dengan bahan dasar ketan putih yang dikukus sehingga memberikan kesan yang lembut tapi kenyal.

Turuk bintol diolah dengan tambahan santan, garam, daun pandan, serta kacang tolo sehingga memberikan tambahan tekstur renyah saat dikunyah. Saat disajikan, makanan ini akan ditaburi dengan kelapa parut kasar yang menambah cita rasa gurih yang nagih.

  1. Horok-Horok 

Makanan khas Jepara yang pertama ada horok-horok. Bahan utamanya terbuat dari tepung pohon aren yang diolah dengan santan dan gula pasir untuk menambah cita rasanya. Meski tergolong makanan ringan, horok-horok sering digunakan oleh masyarakat setempat sebagai pengganti nasi. 

Tidak hanya dikonsumsi langsung, Anda juga bisa menyantap hidangan kenyal ini bersamaan dengan jajanan lain. Seperti petis, bakso, gulai, soto, sate, atau sayur pecel, dan jangan lupakan teh manis sebagai pendamping.

Baca Juga: Menilik Pantai Ujung Piring, Hidden Gem Lokasi Wisata di Jepara yang Asyik Buat Liburan

  1. Adon-Adon Coro 

Minuman lain yang harus Anda coba adalah Adon-adon Coro yang begitu menyegarkan karena rasa rempahnya. Kandungan rempahnya bisa Anda gunakan sebagai jamu, diantaranya bubuk merica, kayu manis, cengkeh, lengkuas, dan juga pandan.

Kemudian disiram dengan kuah berupa campuran santan, gula jawa, dan jahe yang menambah hangat tenggorokan. Kehangatan minuman ini sangat cocok dinikmati saat malam hari yang dingin apalagi saat musim hujan.

Itulah 6 Kuliner Khas Jepara yang Namanya Unik dan Rasanya Asyik. *** 

 




Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A