Misteri yang Tersembunyi di Bledug Kuwu: Fenomena Alam dan Keberadaan Keramat Punden Mbah Ro Dukun

AKURAT.CO Misteri, Bledug Kuwu, terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, merupakan sebuah objek wisata yang menarik perhatian para pengunjung.
Fenomena alam ini berupa gunung api lumpur telah ada sejak zaman sebelum Kerajaan Mataram Kuno (732M-928M).
Dengan lokasinya yang berjarak sekitar 28 km ke arah timur dari Kota Purwodadi, Bledug Kuwu menawarkan pesona unik letupan lumpur yang mengandung garam.
Baca Juga: Sejarah Gua Jepang 18 di Seloharjo, Bantul DIY: Jejak Misteri dalam Kedalaman Perut Bumi
Keunikan Bledug Kuwu
Letupan lumpur di Bledug Kuwu memiliki durasi antara dua hingga tiga menit dengan diameter mencapai kurang lebih 650 meter.
Meskipun fenomena alam ini sendiri sudah cukup menakjubkan, di balik keindahannya terdapat sisi keramat yang telah dikenal oleh masyarakat setempat.
Punden Mbah Ro Dukun
Pada sebuah bledug kecil di sebelah timur laut bledug besar, terdapat keberadaan Punden Mbah Ro Dukun yang dianggap keramat.
Punden ini menjadi tempat ziarah bagi orang-orang yang mencari berkah, kelancaran usaha, atau bahkan pesugihan.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Mbah Ro Dukun, atau yang juga dikenal sebagai Mbah Bledug, merupakan sosok penunggu yang memiliki kekuatan spiritual.
Ritual di Punden Mbah Ro Dukun
Salah satu juru kunci yang menjaga Punden Mbah Ro, Ngadiman, melayani siapa pun yang berziarah ke tempat tersebut.
Ritual khusus harus dijalani oleh para tamu yang datang, baik itu untuk minta kelancaran usaha maupun mencari pesugihan.
Beberapa persyaratan ritual melibatkan kembang telon, kemenyan, dan merang atau jerami.
Setibanya di lokasi punden, Mbah Ngadiman membimbing peziarah dalam membaca mantra dan melakukan langkah-langkah ritual.
Peziarah diminta untuk mengelilingi bledug kecil atau punden yang dilapisi lumpur sambil membawa sesaji. Ritual tersebut mencakup upacara yang dilakukan sambil duduk jongkok di salah satu sisi bledug.
Persembahan dan Keberkahan
Sesaji berupa merang dan menyan dibakar oleh Ngadiman sebagai persembahan kepada Mbah Bledug.
Jika sesaji tersebut menyala, dianggap sebagai pertanda keberkenan Mbah Bledug.
Selain itu, bubur aneka warna dan sejumlah persyaratan lainnya juga diberikan sebagai persembahan.
Setelah ritual selesai, Ngadiman memberikan sebatang bambu bekas tusuk ayam panggang, sepotong tanah dari lumpur bledug, dan helai kembang atau daun pisang kepada peziarah.
Barang-barang ini dianggap sebagai simbol keberadaan Mbah Ro Dukun dan dijadikan sebagai wujud dari ziarah yang dilakukan.
Baca Juga: Keajaiban Alam dan Misteri serta Mitos yang Menyelimuti Air Terjun Sri Gethuk, Yogyakarta
Bledug Kuwu bukan hanya menyuguhkan fenomena alam yang menakjubkan tetapi juga merangkul unsur spiritual dengan adanya Punden Mbah Ro Dukun.
Bagi mereka yang mencari pengalaman wisata yang unik, Bledug Kuwu menjadi destinasi yang sarat akan keajaiban alam dan spiritual.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








