Jateng

Asal Usul Nama Lontong Balap, Kuliner Khas Surabaya Bercitarasa Unik Mirip Tahu Gimbal atau Mie Kopyok

Arixc Ardana | 2 Juni 2024, 12:16 WIB
Asal Usul Nama Lontong Balap, Kuliner Khas Surabaya Bercitarasa Unik Mirip Tahu Gimbal atau Mie Kopyok

AKURAT.CO, Asal Usul Nama Lontong Balap, Kuliner Khas Surabaya Bercitararasa Unik Mirip Tahu Gimbal Semarang atau Tahu Telur Kudus

Jika berkunjung ke Surabaya, jangan lupa untuk menikmati kuliner khas yang satu ini, lontong balap

Nama yang unik selaras denga keunikan citarasa lontong balap yang terasa ramai di lidah, daripada penasaran ayo langsung coba kelezatan kuliner khas Surabaya ini

Baca Juga: Menyingkap Keindahan Tersembunyi di Temanggung: Destinasi Wisata Alam yang Menakjubkan (Bagian 1)

Di balik setiap suapan lezat lontong balap tersimpan kisah yang menggugah selera dan memikat hati para penikmat kuliner.

Namun, kelezatan ini tidak terlepas dari sejarah panjang yang menyertainya, memperkaya nilai budaya dan keberagaman Indonesia.

Mari kita telusuri jejaknya yang menarik.

Asal Mula Nama Lontong Balap

Sejarah nama lontong balap bermula dari praktik unik para penjualnya.

Dimulai saat awal mereka berjualan, dengan cara memikul wadah serupa gentong yang berisi lontong, dengan berkeliling kampung.

Sembari memikul gentong, para penjual ini berjalan dengan cepat, seolah sedang berlomba, demi mengejar pembeli .

Dari sinilah tercipta kesan seolah-olah sedang 'balapan', yang kemudian melekat pada nama makanan tersebut, lontong balap.

Akulturasi Budaya dalam Lontong

Lontong, sebagai makanan yang begitu melekat dengan Indonesia, memiliki sejarah akulturasi budaya yang kaya.

Beberapa sumber sejarah mengaitkan keberadaan lontong dengan ajaran Islam yang dibawa Sunan Kalijaga.

Selain itu, terdapat juga klaim bahwa lontong dan ketupat menjadi populer karena adanya pengaruh budaya Betawi dan Tionghoa, yang bahkan menghasilkan variasi seperti Lontong Cap Go Meh yang disajikan pada Hari Raya Imlek.

Seperti halnya filosofi kesederhanaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Surabaya, lontong balap juga mencerminkan prinsip-prinsip itu.

Nama sederhana yang melekat padanya mencerminkan cara berpikir yang praktis dan lugas, sesuai dengan karakter masyarakat Surabaya.

Cita Rasa Khas Lontong Balap

Salah satu elemen yang membuat lontong balap begitu istimewa adalah lentho, sejenis makanan pendamping yang terbuat dari kacang yang direndam dalam berbagai bumbu, kemudian digoreng.

Lentho ini memberikan tambahan cita rasa yang khas dan membedakan lontong balap dari hidangan serupa. Ditambah dengan tauge, tempe goreng, dan saus kacang gurih yang pedas, serta tambahan seperti telur rebus, kerupuk udang, dan sambal kecap, menjadikan lontong balap sebagai hidangan sarapan yang menggugah selera dan tak terlupakan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.