Jateng

Pesona Budaya Tari Dolalak: Ada Pesan Tersembunyi Dibalik Upaya Memelihara Kearifan Lokal Kabupaten Purworejo

Arixc Ardana | 14 Mei 2024, 10:09 WIB
Pesona Budaya Tari Dolalak: Ada Pesan Tersembunyi Dibalik Upaya Memelihara Kearifan Lokal Kabupaten Purworejo

AKURAT.CO, Setiap daerah di Indonesia memiliki beberapa tarian khas. Salah satu daerah yang memiliki tarian tradisional yang khas adalah Purworejo.

Tarian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah ini terinspirasi dari pesta para serdadu Belanda pada masa lalu, namanya adalah Tari Dolalak

Dolalak, sebuah simbol kekayaan budaya yang menjelma menjadi ciri khas dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Purworejo, merupakan tarian tradisional yang menggabungkan nuansa Jawa dengan pengaruh Belanda.

Baca Juga: Mengenal Motif Batik Tugu Tri Dharma dari Desa Girilayu Karanganyar, Upaya Melestarikan Warisan Budaya dan Filosofi Ajaran Pangeran Sambernyawa

Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sebuah warisan berharga yang mencerminkan sejarah, keindahan, dan kearifan lokal.

Mari kita telusuri lebih jauh pesona budaya Dolalak yang begitu memukau.

Asal Usul dan Sejarah Dolalak

Kisah kelahiran Dolalak dimulai dari dorongan tiga pemuda pemberani dari Sejiwan, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, yang terinspirasi oleh pengaruh Belanda.

Mereka yakni Rejotaruno, Duliyat, dan Ronodimejo, dengan dukungan masyarakat sekitar, memulai perjalanan panjang untuk menciptakan tarian yang kini dikenal sebagai Dolalak.

Nama Dolalak sendiri berasal dari not "Do" dan "La", mengacu pada dua nada dalam musik pengiringnya yang khas.

Musik yang mengiringi Dolalak bukanlah sembarang alunan melodi, melainkan juga cerminan dari kearifan lokal.

Terdiri dari serangkaian syair-syair dan pantun-pantun Jawa, musik Dolalak menciptakan suasana yang khas dan memikat hati penonton.

Instrumen tradisional seperti Jidhur, terbang, dan kendang menjadi penopang utama, meskipun dengan perkembangan zaman, alat modern seperti keyboard atau organ tunggal pun turut menyatu dalam pentas Dolalak.

Keunikan Gerakan dan Penampilan

Dolalak tidak hanya menghadirkan irama yang merdu, tetapi juga gerakan yang memesona.

Merupakan perpaduan antara gerak dansa Belanda dan pencak silat Jawa,

Dolalak menampilkan keanggunan dan kekuatan gerakan yang memukau.

Kelompok penari yang bersanding dengan pemusik menciptakan suasana panggung yang memikat, menampilkan beragam adegan mulai dari tarian bersama hingga adegan tunggal yang memikat.

Penampilan Dolalak tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki berbagai fungsi penting dalam kehidupan masyarakat Purworejo.

Dari menjadi hiburan bagi masyarakat, penyambutan di lingkungan pemerintahan, hingga menjadi media pembelajaran seni dan budaya bagi generasi muda, Dolalak telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Bahkan, dalam perayaan hari besar nasional atau sebagai atraksi wisata budaya, Dolalak selalu menjadi magnet tersendiri bagi para penikmat budaya.

Makna dan Nilai Budaya Dolalak

Lebih dari sekadar hiburan, Dolalak mengandung nilai-nilai luhur yang patut dijadikan teladan.

Dalam gerakan tari yang penuh penghormatan dan kekompakan antar penari, Dolalak mengajarkan tentang pentingnya sopan santun dan penghargaan terhadap sesama.

Melalui pesan-pesan moral yang tersirat dalam setiap gerakan, Dolalak tidak hanya menjadi sarana komunikasi dengan generasi mendatang, tetapi juga sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada masyarakat.

Busana Dolalak: Pesona Visual Tarian Tradisional

Tak lengkap rasanya membahas Dolalak tanpa menyentuh tentang keindahan busana yang menjadi bagian integral dari pertunjukan ini.

Dari penutup kepala yang menghadirkan nuansa serdadu Belanda hingga aksesoris berupa selendang dan kaos kaki, setiap elemen busana Dolalak mencerminkan kekayaan budaya dan keanggunan tradisi lokal.

Penutup kepala yang menggunakan topi khas serdadu, celana pendek yang menampilkan motif-motif khas, dan aksesoris berupa selendang semacam sampur, semuanya menghadirkan pesona visual yang memukau bagi penonton.

Tari dolalak ditarikan oleh para remaja putri yang berpakaian mirip serdadu Belanda,dan puncaknya digambarkan saat penari mendem atau kerasukan.

Pengiring yang digunakan berupa: kendang, rebana dan bedug, sedangkan syair-syairnya tentang keagamaan, pendidikan dan juga berbagai kritik dan sindiran.

Tari ini dapat ditarikan bersama penonton sehingga bisa disebut sebagai tari pergaulan.

Tari dolalak mempunyai berbagai ragam sesuai dengan daerah asalnya misalnya; gaya Kaligesingan, Mlaranan, Sejiwanan, dan Banyuuripan.

Mempertahankan Warisan Budaya

Dolalak bukan hanya sebuah tarian tradisional, tetapi juga simbol dari keberagaman budaya dan warisan nenek moyang yang patut dilestarikan.

Melalui kesungguhan masyarakat Purworejo dalam mempertahankan Dolalak, kekayaan budaya ini terus hidup dan berkembang, menjadi saksi dari sejarah dan keindahan yang menginspirasi.

Dengan segala keunikan dan keindahannya, Dolalak tetap menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo, dan semoga terus diwariskan kepada generasi-generasi mendatang untuk dipersembahkan kepada dunia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.