Viral! Nyaris Jadi Korban, 3 WNI Lolos dari Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja, Aksi Dramatisnya Bikin Merinding!

JATENG.AKURAT.CO, Ada kabar yang bikin kita harus ekstra waspada, tapi di sisi lain juga bikin kita bangga.
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan detik-detik menegangkan saat tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil lolos dari cengkeraman penipu yang diduga merupakan sindikat perdagangan orang di Kamboja.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @andre_lelanang pada Senin, 18 Agustus 2025, terlihat dua pria dan satu wanita WNI berhasil melarikan diri dari sebuah lokasi di daerah Krithum, Kamboja. Saat ini, mereka sudah berada dalam perlindungan kepolisian setempat.
"Tiga WNI selamat dari upaya perdagangan orang di Kamboja, salah satunya (korban) warga asal Nias yang tinggal di Medan," demikian keterangan postingan tersebut.
Baca Juga: Bikin Bangga! QRIS Resmi Bisa Dipakai di Jepang, Indonesia Makin Keren di Mata Dunia!
Kronologi yang Bikin Syok
Cerita bermula saat ketiga WNI ini tergiur janji manis pekerjaan di luar negeri.
Mereka dijanjikan bekerja di bagian dapur sebuah "scam resto" atau restoran palsu. Terdengar menjanjikan, kan?
Tapi, janji itu ternyata hanya jebakan!
"Namun, bukannya mendapat pekerjaan layak, mereka justru hampir dijual ke perusahaan penipuan," tulis keterangan postingan tersebut.
Ini adalah modus lama yang masih sering memakan korban. Para WNI ini tidak tahu bahwa mereka sedang diincar untuk menjadi korban perdagangan orang.
Dalam video yang viral, terlihat beberapa pria terlibat baku hantam di sebuah jalan raya yang sepi.
Diduga, itu adalah momen perlawanan dari para WNI yang berusaha melarikan diri dari para pelaku.
Postingan tersebut menyebutkan bahwa informasi ini pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Hendra Tanzhou, yang mendapatkan video dari akun Facebook Koeun Theara.
Peringatan Penting untuk Kita Semua
Kejadian ini kembali membuka mata kita semua. Praktik perdagangan orang yang sering kali mengincar warga Indonesia dengan iming-iming pekerjaan di luar negeri itu nyata dan sangat berbahaya.
"Kasus ini kembali membuka mata publik tentang bahaya praktik perdagangan orang yang kerap mengincar warga Indonesia dengan janji pekerjaan di luar negeri," tutup postingan tersebut.
Warganet pun ikut memberikan respons beragam di kolom komentar. Ada yang merasa lega dan bersimpati, seperti akun @amirullahfirman yang menulis, “Mantap, daripada mati konyol lebih baik melawan, semoga cepat pulih dan dapat yang terbaik.”
Ada juga yang memberikan peringatan tajam, seperti akun @lansnovic yang menulis, “Lengah sedikit bisa jadi barang ori copotan.”
Insiden ini adalah pengingat keras bagi kita semua. Jangan mudah percaya dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang terlihat terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Selalu cek dan ricek perusahaan yang menawarkan pekerjaan, dan pastikan legalitasnya.
Salut untuk keberanian tiga WNI ini yang berhasil melawan dan meloloskan diri. Semoga mereka segera kembali ke tanah air dengan selamat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








