Jateng

Siapa Anak Anggota DPRD Kepri yang Diduga Dianiaya Seleb TikTok Satria Mahathir, Ternyata Bukan Anak Orang Sembarangan

Arixc Ardana | 5 Januari 2024, 11:47 WIB
Siapa Anak Anggota DPRD Kepri yang Diduga Dianiaya Seleb TikTok Satria Mahathir, Ternyata Bukan Anak Orang Sembarangan

AKURAT.CO, Siapa Anak Anggota DPRD Kepri yang Diduga Dianiaya Seleb TikTok Satria Mahathir, Ternyata Bukan Anak Orang Sembarangan

Seleb TikTok Satria Mahathir dikabarkan ditangkap polisi usai melakukan penganiayaan terhadap RAT, anak anggota DPRD Kepri, Nyanyang Harris Pratamura

Lalu siapa RAT, sosok korban penganiayaan yang diduga dilakukan seleb TikTok Satria Mahatir bersama teman-temannya pada malam pergantian tahun 2024 lalu?

Baca Juga: DETIK-DETIK Kecelakaan KA Turangga dengan KA Commuter Baraya, Adu Banteng di Satu Jalur Rel, Korban Tewas Sementara 3 Orang

Seleb TikTok terkenal, Satria Mahathir, ditangkap oleh polisi setelah dituduh melakukan penganiayaan terhadap RAT, seorang remaja yang ternyata adalah anak anggota DPRD Kepri, Nyanyang Harris Pratamura.

Kejadian tersebut berlangsung pada pukul 01.00 dini hari di salah satu kafe di Batam, di mana Satria Mahathir tampil sebagai bintang tamu.

Anak anggota DPRD Kepri, RAT, yang masih duduk di bangku SMA kelas 10, hadir di kafe tersebut dengan niatan untuk menyaksikan penampilan idolanya.

Baca Juga: UPDATE Identitas Nama Korban Kecelakaan Tabrakan KA Turangga vs Bandung Raya Jumat 5 Januari 2024, CEK SELENGKAPNYA

Namun, harapan RAT berubah menjadi mimpi buruk ketika Satria Mahathir dan teman-temannya melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadapnya.

Nyanyang Harris Pratamura, anggota DPRD Kepri dan orang tua RAT, membawa anaknya ke kantor polisi setelah kejadian tragis tersebut.

Nyanyang menyatakan bahwa RAT pergi ke kafe dengan niat baik untuk menyaksikan penampilan idolanya, namun malah menjadi korban pengeroyokan.

Meskipun hadir dengan harapan berjumpa dengan Satria Mahathir, RAT justru mengalami memar di wajah dan bibir yang pecah akibat dipukul oleh Satria Mahathir dan teman-temannya.

Baca Juga: PT KAI Pastikan Keselamatan Penumpang: Tidak Ada Korban Jiwa Penumpang dalam Insiden KA Turangga

Hingga saat ini, belum ada itikad baik yang ditunjukkan oleh Satria Mahathir. Permintaan maaf sebagai upaya damai belum dilayangkan kepada RAT dan keluarganya.

Nyanyang Harris Pratamura mengungkapkan bahwa keluarga Satria Mahathir juga belum ada yang datang untuk meminta maaf secara langsung.

"Saya tidak tahu masalah itu, keluarganya tidak ada yang datang. Mau damai bagaimanapun orangtuanya sudah tidak ada. Kalau dia baik, dia mengakui kesalahannya, mau bagaimanapun kita maafkan, ini tidak ada," ujar Nyanyang

Nyangnyang Harris Pratamura juga menyampaikan keprihatinan terhadap perilaku Satria Mahathir, seorang seleb TikTok dan influencer, yang seharusnya memberikan contoh positif bagi penggemarnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana sikap seorang figur publik dapat berdampak besar terhadap citra dan pengaruhnya di masyarakat.

Baca Juga: RESMI, Empat Petugas Kereta Api Jadi Korban Jiwa Kecelakaan Adu Banteng KA Turangga-Commuterline

Peristiwa perkelahian ini bermula saat Satria Mahathir menjadi bintang tamu di kafe pada malam pergantian tahun di Batam.

Terjadilah keributan yang melibatkan anak anggota DPRD Provinsi Kepri.

Sebagai respons, orangtua RAT segera melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Barelang agar ditindaklanjuti.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Moch Dwi Ramadanto, membenarkan adanya kasus perkelahian ini.

Empat orang diamankan, termasuk Satria Mahathir, dan saat ini sedang dalam pemeriksaan penyidik.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius tentang etika perilaku para selebriti di era media sosial, di mana tindakan dan sikap mereka dapat dengan cepat menjadi sorotan dan berdampak besar terhadap karir dan reputasi mereka.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.